Denpasar, LenteraEsai.id – Persoalan sampah tidak hanya menjadi masalah di kawasan perkotaan, tetapi juga merambah hingga ke daerah terpencil, termasuk wilayah pegunungan. Kondisi ini menjadi perhatian sejumlah pegiat lingkungan di Bali.
Dalam pertemuan yang digelar di Sekretariat Bersama Tukad Bindu, Denpasar, beberapa waktu lalu, para pegiat lingkungan membahas secara khusus persoalan sampah yang berserakan di kawasan gunung. Salah satunya disampaikan oleh I Gusti Rai Ari Temaja, pegiat lingkungan pelopor Yayasan Tukad Bindu sekaligus pendiri Komunitas Gila Selingkuh.
“Kita ini hanya tamu di semesta. Jangan wariskan bumi yang rusak kepada generasi mendatang. Apalagi sekarang ini alam sudah semakin ‘wayah’ (rentan), maka mari kita jaga bersama-sama,” ujar pria yang akrab disapa Gung Nik, saat ditemui LenteraEsai, Senin (14/7/2025) malam.
Ia menekankan bahwa manusia memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga alam dengan mengembalikannya ke kondisi yang lebih baik melalui langkah konservasi, naturalisasi, dan revitalisasi lingkungan.
“Jangan cuma jadi penikmat alam. Minimal, jangan buang sampah sembarangan, apalagi di gunung,” tegasnya.
Menurut Gung Nik, pola perilaku pendaki zaman dulu justru lebih bijak. Mereka membawa bekal dalam kotak makanan dan air minum dalam botol besar, sehingga minim sampah. Sementara pendaki saat ini cenderung membawa makanan instan yang menimbulkan limbah plastik.
“Oleh karena itu, saya mendorong adanya proses screening menyeluruh bagi para pendaki sebelum naik gunung. Bukan hanya mengecek peralatan pendakian, tetapi juga makanan dan minuman yang dibawa. Ini penting agar tidak ada lagi sampah berserakan di jalur pendakian,” katanya.
Ia menambahkan, jika upaya pelestarian lingkungan diabaikan, maka tujuan positif dari aktivitas pendakian juga sulit tercapai.
“Gunung adalah hulu kehidupan. Kalau hulu rusak, hilir pun akan terdampak. Maka sudah semestinya gunung mendapat perhatian dan perlindungan serius dari kita semua,” pesannya.
Deretan Gunung di Pulau Bali, dari Gunung Agung hingga Silangjana
Pulau Bali tidak hanya dikenal dengan keindahan pantai dan budayanya yang memikat, namun juga memiliki sejumlah gunung yang menjadi destinasi favorit para pendaki maupun pencinta alam. Berikut daftar gunung-gunung yang ada di Bali beserta informasi lokasi dan jalur pendakiannya.
1. Gunung Agung
Gunung Agung merupakan gunung tertinggi di Pulau Dewata dengan ketinggian mencapai 3.142 meter di atas permukaan laut (mdpl). Gunung berapi aktif ini terletak di Kabupaten Karangasem dan menjadi tempat yang sakral bagi masyarakat Bali.
Terdapat beberapa jalur pendakian menuju puncak Gunung Agung, di antaranya dari arah selatan melalui Pura Pasar Agung di Kecamatan Selat, jalur tenggara melalui Budakeling-Nangka, serta jalur barat daya yang paling umum digunakan dari Pura Besakih di Kecamatan Rendang.
2. Gunung Batur
Gunung Batur merupakan gunung berapi aktif lainnya yang terletak di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Gunung ini memiliki ketinggian 1.717 mdpl dan terakhir meletus pada tahun 2000.
Terdapat tiga kerucut kawah di kawasan ini yang dikenal sebagai Batur 1, Batur 2, dan Batur 3. Selain sebagai tempat pendakian, Gunung Batur juga menjadi salah satu objek wisata unggulan di Bangli. Jalur pendakian yang tersedia meliputi rute Pasar Agung, Toya Bungkah, Serongga, dan Bukit Mentik.
3. Gunung Merbuk
Gunung Merbuk berada di wilayah Kabupaten Jembrana, tepatnya di Desa Dauhwaru, Kelurahan Jembrana. Gunung ini memiliki ketinggian 1.386 mdpl dan dapat ditempuh sekitar tiga jam perjalanan dari Kota Denpasar. Meski belum sepopuler Gunung Agung atau Batur, Gunung Merbuk menyimpan potensi wisata alam yang menarik untuk dijelajahi.
4. Gunung Batukaru
Gunung Batukaru merupakan gunung tertinggi kedua di Bali setelah Gunung Agung, dengan ketinggian 2.276 mdpl. Gunung ini terletak di Kabupaten Tabanan dan membentang di tiga wilayah desa, yaitu Desa Pujungan, Jatiluwih, dan Wongaya Gede.
Akses menuju Gunung Batukaru dari Denpasar memerlukan waktu sekitar 2,5 jam dengan kendaraan. Selain sebagai lokasi pendakian, kawasan ini juga dikenal dengan hutan tropisnya yang masih alami serta keberadaan Pura Luhur Batukaru di lerengnya.
5. Gunung Silangjana
Gunung Silangjana terletak di Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, dengan ketinggian 1.092 mdpl. Gunung ini menjadi salah satu destinasi pendakian di wilayah Bali utara dan dapat dijangkau dari Denpasar dalam waktu beberapa jam perjalanan.
Keberadaan lima gunung ini menambah kekayaan alam Bali yang tak hanya terfokus pada wilayah pesisir. Potensi wisata pegunungan di Bali terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap aktivitas pendakian dan ekowisata. Namun demikian, penting bagi para pendaki untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan dan mengikuti aturan yang berlaku demi keselamatan bersama. (LE-Vivi)







