Klungkung, LenteraEsai.id – Tim SAR gabungan mengevakuasi seorang pelajar yang terjatuh ke jurang sedalam kurang lebih 40 meter di Desa Besang Kawan, Semarapura Kaja, Kabupaten Klungkung, pada Rabu
(20/7).
Identitas korban diketahui atas nama Charles (18), warga Jalan Ngurah Rai Semarapura. Kecurigaan warga berawal ketika mendengar teriakan minta tolong, di mana sumber suara ternyata berasal dari dasar jurang di Desa Besang Kawan.
“Teriakan korban didengar warga sekitar pukul 09.00 dan selanjutnya dilaporkan kepada BPBD setempat,” ujar Gede Darmada SE MAP selaku Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali).
Setibanya di lokasi, Basarnas mencoba menjangkau korban, namun panjang tali tidak bisa mencapai dasar jurang. Sebelumnya Basarnas Bali menerima laporan dari BPBD Klungkung pada pukul 14.25 Wita untuk melakukan evakuasi.
Sebanyak 12 orang personel Basarnas segera bergerak dengan dilengkapi peralatan mountaineering. “Keterangan tadi yang kami terima bahwa korban masih bisa berkomunikasi, sehingga kami minta agar tetap berada di posisinya,” kata Darmada.
Menurutnya, menjaga kesadaran korban sangatlah penting, jadi harus terus diajak berbicara. Tim dari Basarnas Bali tiba pukul 15.40 Wita dan selanjutnya mempersiapkan peralatan. Dua orang personel diturunkan di titik korban berada.
Tak membutuhkan waktu lama, akhirnya korban berhasil dievakuasi ke atas jurang dalam keadaan selamat, namun mengalami lecet-lecet dan dis-lokasi. “Kondisi jurangnya banyak ditumbuhi tanaman-tanaman liar, karena rimbun sehingga minim cahaya,” jelasnya.
Sampai di dasar jurang, korban berontak dan melawan. Akhirnya tim kembali turun bersama guru pendamping. Pukul 16.50 Wita, tim SAR gabungan berhasil membujuk dan mengevakuasi korban selanjutnya korban dibawa menuju RSUD Kabupaten Klungkung dengan menggunakan ambulance PC KRiS Klungkung.
Unsur SAR gabungan yang terlibat di antaranya Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polres Klungkung, Polsek Semarapura, Babinsa Desa Besang Kawan Semarapura Kaja, BPBD Kabupaten Klungkung, Tim Medis PSC KRiS Klungkung, Guru SMAN 2 Semarapura dan masyarakat setempat. (LE-KL)







