Denpasar, LenteraEsai.id – Ketua TP PKK Provinsi Bali yang juga selaku Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster bertemu dengan pimpinan lembaga, pengurus organisasi dan elemen masyarakat di Ruang Pertemuan Jayasabha, pada Kamis (23/6).
Beberapa lembaga dan organisasi yang bertemu dengan Ny. Putri Koster yaitu BKKBN Provinsi Bali, KPPAD Provinsi Bali dan Krama Bali Los Angeles. Pada hari yang sama, Ny. Putri Koster juga menerima audiensi dari Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia (Kopitu) dan Ciputra Life.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali dr. Ni Luh Gede Sukardiasih menyampaikan rencana peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Provinsi Bali yang akan diselenggarakan pada tanggal 29 Juni 2022. Selain itu, ia juga melaporkan pembentukan Duta Genre (Generasi Berencana) di tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Bali.
”Memeriahkan Harganas 2022, BKKBN Bali akan menggelar talkshow mengangkat tema stunting dan mengundang Ny. Putri Koster sebagai narasumber,” ungkapnya dr. Sukardiasih.
Ny. Putri Koster menyambut baik rencana pelaksanaan talkshow yang mengangkat isu stunting. Ia berpendapat, stunting harus dicegah sedini mungkin mulai dari edukasi kepada para remaja putri yang nantinya menjadi calon ibu. “Perilaku remaja putri yang akan menjadi calon ibu mesti diperhatikan karena nantinya akan berpengaruh ketika mereka memasuki masa kehamilan,” ujarnya.
Terkait dengan Duta Genre, Bunda Putri mengingatkan agar wadah ini jangan hanya sekadar dibentuk, tapi harus membuat program nyata untuk merencanakan masa depan.
Berikutnya, Ny. Putri Koster Menerima jajaran komisioner Komisi Penyelenggaraan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Bali yang diketuai Ni Luh Gede Yastini. Mengawali penyampaiannya, Yastini memperkenalkan jajaran komisioner KPPAD Bali periode 2021-2026. Dalam kesempatan itu, Yastini menyampaikan bahwa jajarannya fokus pada program pengawasan.
Selain itu, KPPAD juga intensif berkoordinasi dengan Majelis Desa Adat dan Pasikian Paiketan Krama Istri (Pakis) MDA Bali. Pihaknya mendorong agar program perlindungan anak bisa masuk pararem Desa Adat.
Ny. Putri Koster tentu mengapresiasi program KPPAD Bali dalam rangka melindungi anak-anak dari berbagai bentuk kekerasan. “Mengacu pada bentuk lembaganya, KPPAD Bali diarahkan agar lebih fokus pada kegiatan edukasi dan sosialisasi yang bisa ditempuh dengan pembuatan iklan sederhana tapi mengena,” tegasnya.
Selain itu pihak KPPAD juga menginformasikan sejumlah agenda yang akan dilaksanakan KPPAD Bali dalam rangka memeriahkan Hari Anak Nasional (HAN) 2022. “Selain itu, KPPAD juga akan menggelar workshop dan menerbitkan sebuah buku. Kami berharap Ny. Putri Koster turut menulis sebuah puisi yang nantinya dimuat dalam buku tersebut,” harap Yastini.
Terkait dengan peringatan HAN 2022, Bunda Putri mengajak KPPAD bersinergi menyelenggarakan acara melibatkan anak-anak.
Selanjutnya, Ny. Putri Koster menerima Ketua Krama Bali Los Angeles Desak Nyoman Sri Gestari yang menyampaikan berbagai kegiatan yang diselenggarakan komunitas ini. “Selama ini kami intens mempromosikan seni dan budaya Bali di Los Angeles (LA). Selain itu, komunitas ini juga membantu anak-anak Bali yang menempuh pendidikan di LA,” ungkap Sri Gestari.
Pada kesempatan itu, Sri Gestari juga menyampaikan keinginan mempunyai tempat suci pura seperti komunitas krama Hindu Bali di Belgia. Ny. Putri Koster mengapresiasi keberadaan perhimpunan yang mewadahi krama Bali di LA ini. Terkait keinginan membangun pura, ia menyarankan krama Bali di LA berkoordinasi dengan komunitas serupa di Belgia.
Pada hari yang sama, Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia bersatu (Kopitu) Bali juga menemui Ny. Putri Koster dalam kapasitas sebagai Ketua Dekranasda Bali. Pada kesempatan itu, Ketua DPW Kopitu Bali I Wayan Rediyasa menyampaikan program kerja Kopitu dalam mendorong kemajuan UMKM Bali. “Salah satu programnya adalah rencana menjalin kerjasama dengan Jepang,” ungkap Rediyasa.
Menanggapi hal tersebut, Ny. Putri Koster menyampaikan bahwa semangat yang diusung Kopitu sama dengan Dekranasda Bali yaitu menjadi wadah bagi pemajuan UMKM. Oleh sebab itu, Kopitu diminta fokus pada program-program nyata yang manfaatnya dirasakan langsung oleh pelaku UMKM. Bunda Putri lantas mencontohkan program Dekranasda Bali yang fokus pada program pembinaan perajin melalui Pameran IKM Bali Bangkit. Karena menurutnya banyak persoalan yang mesti dibenahi di industri kerajinan tradisional.
Masih terkait upaya memajukan UMKM, Dekranasda Bali juga mendapat tawaran kerjasama dari Ciputra Life. Terkait dengan apa yang bisa dikerjasamakan, Ny. Putri Koster menekankan pada upaya pembinaan dan fasilitasi pemasaran. Ia sangat mengapresiasi sumbangsih dari pihak swasta dalam menyukseskan program pembangunan. (LE-DP1)







