Disbud Bali Cek Kesiapan Pembukaan PKB Lewat Gladi

Disbud Bali cek kesiapan pembukaan PKB lewat gladi
Ribuan seniman gladi bersih pawai pembukaan Pesta Kesenian Bali atau PKB 2026 di Denpasar, Jumat (12/6/2026). ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari

Denpasar, LenteraEsai.id – Dinas Kebudayaan (Disbud) Bali mengecek kesiapan pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII 2026 melalui gladi bersih pawai.

“Gladi bersih dilakukan untuk memastikan seluruh peserta telah siap dan materi yang ditampilkan sesuai dengan tema PKB tahun ini,” kata Kepala Disbud Bali Ida Bagus Alit Suryana di Denpasar, Jumat.

Bacaan Lainnya

Adapun tema festival seni terbesar di Bali itu tahun ini Atma Kerthi: Jiwa Siddha Parishudha yang bermakna penyucian jiwa dan penguatan kesadaran diri.

Saat gladi bersih khususnya peed aya atau pawai di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Niti Mandala Renon, Disbud Bali melihat mereka sudah menyiapkan pertunjukan sesuai tema.

Bahkan selain siap, 3.430 seniman dari seluruh Bali yang khusus akan mengikuti pawai pembukaan sangat berantusias, dan yang menjadi kebanggaan menurutnya, sebagian besar peserta merupakan anak-anak.

“Ini menunjukkan proses regenerasi budaya Bali terus berjalan dari generasi ke generasi,” ucap Alit Suryana.

Untuk pawai pembukaan yang mengundang Presiden Prabowo sebagai undangan kehormatan itu, Disbud Bali menyiapkan 10 tim, terdiri dari Institut Seni Indonesia (ISI) Bali serta sembilan kabupaten/kota se-Bali.

Penampilan diawali oleh ISI Bali dengan garapan pembuka berupa atraksi gamelan prosesi Adi Merdangga yang mengiringi Tari Siwa Nataraja sebagai simbol PKB, diikuti pertunjukan dari Kabupaten Karangasem, Jembrana, Buleleng, Bangli, Klungkung, Tabanan, Gianyar, Badung, dan ditutup oleh Kota Denpasar.

Alit Suryana belum memastikan apakah Presiden Prabowo yang akan membuka langsung gelaran Pesta Kesenian Bali, namun biasanya apabila orang nomor satu di Indonesia berhalangan hadir akan diwakili oleh jajaran kementerian.

Untuk pementasan peed aya, dijadwalkan dimulai pukul 14.00 Wita dengan rute mengikuti konsep purwa daksina, yakni bergerak searah jarum jam.

“Para peserta akan mulai titik awal dari simpang tiga Jalan Ir H Juanda–Jalan Raya Puputan, tepat di depan sisi timur panggung kehormatan, kemudian bergerak mengitari kawasan Renon dan berakhir di depan Kantor Wilayah Kementerian Keuangan Bali,” tuturnya.

Selain gladi bersih untuk pawai di Kawasan Renon, persiapan juga dilakukan di panggung Taman Budaya Art Center, tujuannya agar ajang tahunan yang berlangsung sebulan penuh di libur panjang 13 Juni-11 Juli 2026 ini berjalan sukses.

Kepala Disbud Bali itu menambahkan, tema PKB 2026 sendiri ingin mengajak masyarakat untuk kembali membangun kesadaran spiritual, memperhalus budi pekerti, serta memperkuat nilai-nilai warisan leluhur Bali seperti gotong royong, saling menghormati, dan menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan tuhan, sesama manusia, serta alam lingkungan.

Melalui semangat Atma Kerthi, masyarakat diajak meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, terutama dalam pengelolaan sampah, karena menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

“Dengan berbagai persiapan yang terus dimatangkan, PKB 2026 diharapkan tidak hanya menjadi panggung pertunjukan seni, tetapi juga ruang penguatan identitas budaya Bali serta sarana menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda,” tuturnya. (LE)

Source: ANTARA

Pos terkait