judul gambar
DenpasarHeadlines

Inisiasi Kerja Sama, Rektor Unud Tanda Tangani Nota Kesepahaman Dengan Bapeten

Denpasar, LenteraEsai.id – Dalam rangka pengembangan kerja sama, Program Studi Fisika Fakultas MIPA Universitas Udayana melakukan inisiasi kerja sama dengan Bapeten yang merupakan Badan Pengatur Energi Nuklir Indonesia.

Kerja sama dimaksud diformalkan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman antara Rektor Universitas Udayana dengan Plt Kepala Bapeten, dan juga penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Dekan Fakultas MIPA dengan Sekretaris Utama Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), bertempat di Gedung Pascasarjana Unud Denpasar pada Rabu (15/6).

Hadir dalam kegiatan ini, Rektor Universitas Udayana didampingi Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Informasi, Dekan FMIPA, Plt Kepala Bapeten, Sekretaris Utama Badan Pengawas Tenaga Nuklir dan jajaran Bapeten.

Kerja sama yang akan ditindaklanjuti oleh Fakultas MIPA khususnya Program Studi Fisika ini meliputi Pengkajian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Bidang Pengawasan Ketenaganukliran.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Udayana Prof Dr Ir I Nyoman Gde Antara MEng IPU mengatakan, kerja sama dalam pengawasan bidang tenaga nuklir yang pada tahap awal ini melibatkan Program Studi di FMIPA. Nantinya selain Program Studi Fisika, juga bisa ditindaklanjuti oleh Program Studi lainnya yaitu PS Biologi dan Kimia.

Sementara dalam prosesnya, Prof Antara juga membutuhkan berbagai unit kerja lainnya seperti bidang hukum bahasa Inggris, lingkungan dan sebagainya. “Kita mulai dari hal yang memungkinkan, dan kami dukung Bapeten untuk saling bekerja sama. Kami juga mendorong Bapeten dalam menjalankan pengawasan tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Bapeten Ir Sugeng Sumbarjo MEng mengatakan Universitas Udayana memiliki potensi yang dapat mendukung pengawasan terutama di bidang kesehatan, mulai dari penyediaan SDM dan fisika medis untuk rumah sakit. “Melalui kerja sama ini juga bisa saling bertukar SDM di antaranya melalui pertukaran pakar di Udayana dan Bapeten. Banyak hal yang bisa kita tindak lanjuti dari kerja sama ini,” jelasnya.

Ia juga berharap kerja sama ini bisa lebih erat lagi dan bisa meningkatkan kebutuhan prodi, yang mana saat ini belum ada fisika medis serta kebutuhannya di rumah sakit. (LE-DP)

Sumber: www.unud.ac.id

Lenteraesai.id