PLN Ingatkan Jarak Aman Pemasangan Penjor Jelang Galungan dan Kuningan

PLN ingatkan jarak aman pemasangan penjor jelang Galungan dan Kuningan
Manager K3L dan Keamanan PLN UID Bali I Made Ariana (kanan) dan perwakilan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali Ida Bagus Purwa Sidemen membawakan materi terkait keselamatan kelistrikan jelang perayaan Galungan dan Kuningan di Kantor PLN UID Bali, Denpasar, Kamis (11/6/2026). ANTARA/Rolandus Nampu

Denpasar, LenteraEsai.id – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali mengingatkan masyarakat terkait pemasangan penjor yang harus memperhatikan jarak aman dari jaringan listrik menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Hal itu disampaikan Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Bali Imbar Susanto dalam Forum Group Discussion (FGD) bertema ‘Kolaborasi Akulturasi Budaya dan Teknologi dalam Peningkatan Pelayanan dan Keselamatan Ketenagalistrikan di PLN Bali’ yang melibatkan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali dan insan media di Denpasar, Bali, Kamis.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan PLN tidak hanya memastikan keandalan pasokan listrik selama perayaan hari raya, tetapi juga terus mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya keselamatan dalam penggunaan listrik.

“Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, PLN siap dengan pasokan listrik yang andal agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dan tradisi dengan nyaman. Namun keselamatan tetap menjadi perhatian utama,” katanya.

Manager K3L dan Keamanan PLN UID Bali I Made Ariana menjelaskan meningkatnya aktivitas adat dan keagamaan menjelang hari raya biasanya diikuti dengan bertambahnya penggunaan peralatan listrik di rumah tangga maupun fasilitas pendukung upacara.

Menurutnya, masyarakat perlu memastikan instalasi listrik dalam kondisi baik serta memperhatikan posisi pemasangan penjor agar tidak berada terlalu dekat dengan jaringan listrik.

Penjor yang dipasang terlalu tinggi atau berada di dekat kabel listrik berpotensi menimbulkan gangguan hingga kecelakaan kelistrikan.

Selain itu, PLN juga mengimbau masyarakat menghindari penggunaan stop kontak secara berlebihan, menggunakan peralatan listrik berstandar, serta tidak menambah beban listrik melebihi kapasitas instalasi yang tersedia.

“Masyarakat diharapkan segera melaporkan potensi gangguan atau kondisi berbahaya melalui aplikasi PLN Mobile maupun Contact Center PLN 123 agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas,” kata Ariana.

Dalam forum tersebut, perwakilan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali Ida Bagus Purwa Sidemen menegaskan nilai-nilai budaya Bali mengajarkan keseimbangan dan keharmonisan dalam kehidupan, termasuk dalam penggunaan teknologi dan energi listrik secara bijaksana.

Ia menilai keselamatan ketenagalistrikan merupakan tanggung jawab bersama yang harus menjadi bagian dari budaya masyarakat, sehingga seluruh rangkaian perayaan Galungan dan Kuningan dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.

Melalui kolaborasi antara PLN, desa adat, media, pemerintah dan masyarakat, diharapkan kesadaran terhadap keselamatan ketenagalistrikan semakin meningkat, termasuk dalam pemasangan penjor dan perlengkapan upacara lainnya yang berada di sekitar jaringan listrik.

Dengan demikian, perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan dapat berlangsung khidmat tanpa mengganggu keandalan pasokan listrik di Bali. (LE-VJ)

Pos terkait