Denpasar, LenteraEsai.id – Berlangsung secara hybrid, Universitas Udayana (Unud) melakukan pengukuhan sebanyak 14 orang guru besar tetap di Denpasar pada Sabtu, 9 Oktober 2021.
Keempat belas guru besar tetap itu adalah 1 orang dari Fakultas Peternakan, 5 dari Fakultas Teknik, 3 dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 2 dari Fakultas Kedokteran, 1 dari Fakultas Pertanian, serta 2 orang dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.
Lokasi utama pengukuhan tersebut dilaksanakan di Gedung Agro Kompleks Kampus Sudirman Denpasar. Keempat belas guru besar dimaksud masing-masing:
(1). Prof Dr Ir Ni Nyoman Suryani MSi, Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak pada Fakultas Peternakan dengan judul orasi ilmiah “Ketersediaan Pakan Hijauan, tantangan pengembangan Sapi Bali”.
(2). Prof Dr Ir Dewa Ketut Sudarsana MT, Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Teknik Sipil pada Fakultas Teknik dengan judul orasi ilmiah “Strategi Mitigasi Dampak Negatif Pada Tahap Eksekusi Proyek Peningkatan Jalan”.
(3). Prof Gusti Ayu Made Suartika ST MEng Sc PhD, Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Perencanaan Wilayah dan Kota pada Fakultas Teknik dengan judul orasi ilmiah “Smart-City dan Ruang Publik”.
(4). Prof Dr Dra I Gst Ayu Kt Giantari MSi, Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Manajemen pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan judul orasi ilmiah “Strategi Digital Marketing dalam meningkatkan kinerja bisnis UMKM Sektor Kuliner di Bali”.
(5). Prof Dr dr I Made Oka Adnyana SpS(K) Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Neurologi pada Fakultas Kedokteran dengan judul orasi ilmiah “Hubungan Stres dan Nyeri Kepala serta peran Yoga dalam Penatalaksanaannya pada masa Pandemi Covid 19”.
(6). Prof Dr Ir I Nyoman Gede Ustriyana MM, Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Agribisnis pada Fakultas Pertanian dengan judul orasi ilmiah “Model Agribisnis Dalam Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan”.
(7). Prof Dr Dra Retno Kawuri MPhil, Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Mikrobiologi/Biologi pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dengan judul orasi ilmiah “Potensi Senyawa Aktif dari Bakteri Sterptomyces Drozdowiczii dalam menghambat Multidrug Resistant Acinetobacter Baumannii (MDR-A. Baumannii)”.
(8). Prof Dr Drs Anak Agung Ketut Darmadi MSi, Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Fitokimia pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dengan judul orasi ilmiah “Potensi ekstrak daun Kayu Manis (Cinnamomum Burmanni Blume) sebagai Biopeptisida untuk mengendalikan beberapa penyakit pada tanaman Holtikultura”.
(9). Prof Dr Dra Desak Ketut Sintaasih MSi, Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Manajemen pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan judul orasi ilmiah “Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Keunggulan Bersaing Organisasi”.
(10). Prof I Wayan Widhiada ST MSc PhD, Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Robotika dan Kontrol pada Fakultas Teknik dengan judul orasi ilmiah “Teknologi produk inovasi kaki bionik robot otomatis untuk para penyandang cacat”.
(11). Prof Ir Linawati MEng Sc PhD, Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Teknik Elektro pada Fakultas Teknik dengan Judul Orasi Ilmiah “Teknologi internet masa depan”.
(12). Prof Dr Ir Ngakan Made Anom Wiryasa MT IPM, Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Kelembagaan Tata Ruang pada Fakultas Teknik dengan judul orasi ilmiah “Tranformasi Sosial-Fisik Menuju Morfologi Perkotaan Yang Berkelanjutan Melalui Pengaturan Kembali Lahan Di Indonesia”.
(13). Prof Dr Ni Nyoman Yuliarmi SE MP, Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan judul orasi ilmiah “Implementasi Penguatan Kelembagaan Pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)di Provinsi Bali”.
(14). Prof dr Pande Putu Januraga SKed MKe DrPH, Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat pada Fakultas Kedokteran dengan judul orasi ilmiah “Pendekatan Multi-Disiplin; dari sebuah diskursus ke arah Profesionalisme Riset dan Pendidikan Kesehatan Masyarakat”.
Rektor Unud Prof I Nyoman Gde Antara dalam sambutannya menyampaikan pengukuhan Guru Besar hari ini tidak seperti biasanya, karena hadirin yang dapat hadir langsung mengikuti prosesi terbatas sesuai penerapan protokol kesehatan mengingat saat ini masih berada dalam masa pandemi di tengah gencarnya pelaksanaan vaksinasi oleh pemerintah. Namun tentunya hal ini tidak mengurangi makna dari prosesi pengukuhan yang dilaksanakan. Guru Besar merupakan jabatan fungsional tertinggi bagi dosen dan tentu untuk mencapainya tidak mudah karena butuh perjuangan, pengorbanan dan kerja keras dalam memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Bagi perguruan tinggi, jumlah Guru Besar yang dimiliki sangat memiliki peranan penting sebagai Prime Mover yang menggerakkan perputaran roda Tridharma Perguruan Tinggi. Kehadiran Guru Besar juga sangat penting dalam memantapkan kewibawaan dan kualitas pendidikan di perguruan tinggi. Hampir setiap tahun terdapat Guru Besar yang memasuki masa purna tugas dan hal ini harus segera diantisipasi dengan langkah strategis agar dosen yang sudah bergelar doktor berupaya meningkatkan statusnya menjadi Guru Besar. Jabatan Guru Besar ini, di samping merupakan sebuah kebanggaan karena telah mampu mencapai jenjang tertinggi, juga memberikan manfaat yang besar bagi universitas, fakultas, program studi maupun mahasiswa, ucapnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa sebelumnya pada bulan Maret 2021 yang lalu Universitas Udayana telah mengukuhkan enam orang Guru Besar dan dalam kurun waktu enam bulan ini terdapat dua orang Guru Besar yang purna tugas dan tiga orang Guru Besar meninggal dunia, sehingga dengan dikukuhkannya empat belas orang Guru Besar hari ini, jumlah Guru Besar yang dimiliki Universitas Udayana sebanyak 171 orang dengan ini rasionya telah melampaui 12 persen dari total jumlah dosen. Jumlah ini juga diharapkan dapat meningkat setiap tahunnya.
Rektor berharap Guru Besar yang telah dikukuhkan mampu mengemban tugas dengan sebaik-baiknya, karena di balik jabatan ini mengandung makna yang besar serta tuntutan tanggung jawab yang lebih besar. Sebagai seorang Guru Besar diharapkan menjadi teladan dan mampu mengayomi serta memberikan solusi terhadap permasalahan yang timbul di masyarakat melalui ilmu yang dimiliki untuk memajukan bangsa dan negara ini.
“Para Guru Besar yang baru dikukuhkan juga diharapkan dapat memberikan motivasi kepada para junior maupun rekan sejawat untuk meraih gelar tertinggi ini dalam upaya meningkatkan jumlah SDM unggul di universitas yang kita cintai ini, sehingga mampu bersaing tidak hanya di kancah nasional tetapi juga di tingkat internasional,” ucapnya.
Melalui kesempatan tersebut Rektor juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Senat dan Komisi Senat, para pimpinan di lingkungan Universitas Udayana, Tim Penilai Angka Kredit serta seluruh pihak yang telah turut memberi dukungan dan berkontribusi hingga hari ini Universitas Udayana mengukuhkan 14 orang Guru Besar Tetap. (LE-DP)







