Denpasar, LenteraEsai.id – Sebanyak 9.883 (89,50%) pasien Covid-19 yang sempat menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Bali, tercatat berhasil sembuh sejak virus itu berjangkit di sejumlah daerah pada awal Maret 2020 lalu.
Serjak awal berjangkit pula, Virus Corona terhitung sempat ‘menghinggapi’ sebanyak 11.042 warga, di mana 353 (3,20 %) orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia.
Ketua Harian Gusus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra di Denpasar, Rabu (21/10) petang mengatakan, untuk perkembangan pandemi Covid-19 di Provinsi Bali per hari ini, mencatat pertambahan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 87 orang melalui transmisi lokal.
Sementara pasien yang berhasil sembuh hari ini sebanyak 95 orang, dan
yang meninggal dunia dilaporkan 2 orang, ucapnya.
Dikatakan, untuk kasus aktif per hari ini menjadi 806 orang (7,30%), tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan dan dikarantina di ruang Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.
Sesuai Instruksi Presiden No.6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan Pergub No.46 Tahun 2020 yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yang diterapkan adalah Rp 100.000 bagi perorangan, dan Rp 1.000.000 bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.
Upaya pengendalian dan pencegahan ini bukan hanya tugas pemerintah, namun menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat, karena dampaknya sangat terasa terutama di bidang perekonomian rakyat, ujarnya.
Untuk memutus rantai penularan Covid-19, Dewa Indra menekankan, keramaian dalam bentuk tajen di setiap Desa Adat harus dihentikan sementara, serta semua bentuk kegiatan adat yang melibatkan banyak orang seperti pasangkepan, patedunan dan sejenisnya supaya dilaksanakan dengan jumlah peserta yang sangat terbatas dengan tetap menaati Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19.
“Mari kita dukung upaya pemerintah dengan disiplin melaksanakan Protokol Kesehatan, saling mengingatkan sesama, selalu menjaga diri dan lingkungan agar bisa segera terbebas dari pandemi ini,” kata Dewa Indra, mengingatkan. (LE-DP1)







