Sambut Gasing Center, Pj Gubernur Mahendra Akan ‘Hidupkan’ Lagi SMA Bali Mandara

Pj Gubernur Mahendra Jaya menerima audiensi dari ahli fisika dan matematika, Prof Yohanes Surya, di Kantor Gubernur Bali di Denpasar, Senin (19/2/2024). (Foto: Humas Pemprov Bali)

Denpasar, LenteraEsai.id – Penjabat (Pj) Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya menyambut baik rencana pembangunan Gasing Center di Bali, yang akan bekerja sama antara Pemerintah Daerah dan Pertamina. Hal ini disampaikannya saat menerima audiensi dari ahli fisika dan matematika, Prof Yohanes Surya, di Ruang Tamu Gubernur Bali, Kantor Gubernur Bali di Denpasar, Senin (19/2/2024).

Diterangkannya, untuk Bali sudah dua kabupaten yang akan melakukan kerja sama dengan Pertamina guna melaksanakan pelatihan Gasing yang dibiayai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), yakni Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Badung.

Bacaan Lainnya

Prof Yohanes Surya yang hadir bersama sejumlah pendamping menjelaskan bahwa metode pembelajaran Gasing (Gampang, Asik dan Menyenangkan) ini adalah proses langkah demi langkah, yang disusun sedemikian rupa sehingga penguasaan materi dibangun dari pemahaman materi sebelumnya.

“Pentingnya proses langkah demi langkah ini dalam metode Gasing tercermin sewaktu anak-anak belajar suatu topik, di mana terdapat titik kritis yang harus mereka lewati, kemudian setelah mencapai titik kritis ini mereka tidak akan sulit lagi mengerjakan soal dalam topik tersebut. Metode ini digunakan sambil menunjukkan video pembelajaran di Manokwari Selatan, Papua Barat,” ungkap Prof Yohanes sembari menjelaskan bagaimana metode Gasing mengubah pola pikir belajar matematika menjadi lebih menyenangkan.

Ia menambahkan, metode Gasing diciptakan untuk menghilangkan momok belajar matematika yang mengerikan bagi beberapa pelajar di Indonesia. Hitungan, menghafal rumus, hingga melihat angka-angka membuat banyak anak enggan untuk belajar dan menyukai pelajaran yang satu ini.

Pada kesempatan yang baik siang itu, Pj Gubernur Bali Mahendra Jaya yang didampingi Kepala Bappeda Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali Ketut Ngurah Boy Jayawibawa dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bali I Wayan Sarinah, menyampaikan keinginannya untuk kembali melanjutkan pelaksanaan pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bali Mandara.

“Saya berencana akan kembali melanjutkan pola pendidikan SMA dan SMK Bali Mandara. Karena salah satu cara untuk mengentaskan kemiskinan dan kebodohan adalah melalui pendidikan untuk anak-anak. Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa saat SMA dan SMK Bali Mandara beroperasi, mampu menghasilkan lulusan yang luar biasa. Berprestasi dan bersaing tidak hanya di dalam negeri, namun mampu masuk ke perguruan tinggi ternama di luar negeri. Padahal, anak-anak tersebut berasal dari keluarga yang memang benar-benar tidak mampu (miskin),” ungkapnya, bersemangat.

Pj Gubernur menyebutkan, syarat calon siswa bisa masuk dan diterima di SMA/SMK Bali Mandara, adalah mereka yang berasal dari keluarga yang tidak mampu secara ekonomi. “Kita tidak akan pernah menyangka bahwa mereka berasal dari keluarga yang miskin. Namun karena mereka memiliki rasa ‘jengah’ atau tantangan untuk maju dan mengubah martabat keluarganya, akhirnya mereka berhasil meraih yang diinginkan,” ujarnya.

Sehingga, tidak heran mereka yang merupakan lulusan SMA/SMK Bali Mandara memiliki kemampuan akademis yang tidak perlu diragukan, dan tidak sedikit dari mereka mampu menjadi calon dokter, calon perwira di Akademi Kepolisian dan masuk ke sejumlah universitas unggulan di dalam negeri bahkan luar negeri,” ucapnya sembari menegaskan, bersama sejumlah pihak terkait dan sistem ‘ngrombo’ yang perlu diterapkan, tempat pendidikan semi militer dan berkedisiplinan yang tinggi itu, senantiasa akan dapat terwujud kembali.

Pewarta: Pande Aubade
Redaktur: Laurensius Molan

Pos terkait