Indonesia–Malaysia Perkuat Kerja Sama Kebudayaan

Indonesia–Malaysia perkuat kerja sama kebudayaan
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon (kanan) dalam pertemuan strategis dengan Menteri Komunikasi Malaysia, Datuk Seri Ahmad Fahmi bin Mohamed Fadzil (kiri), di Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta. ANTARA/HO-Kementerian Kebudayaan

Jakarta, LenteraEsai.id – Pemerintah Indonesia dan Malaysia memperkuat kerja sama kebudayaan seperti melalui kolaborasi industri film dan musik hingga pelestarian warisan budaya bersama.

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon mengatakan Indonesia dan Malaysia memiliki kedekatan sejarah, bahasa, dan kebudayaan yang menjadi modal penting untuk memperkuat kerja sama.

Bacaan Lainnya

“Kita perlu menerjemahkan kedekatan tersebut ke dalam program nyata, baik melalui kolaborasi industri kreatif maupun upaya bersama dalam merawat dan memperkenalkan warisan budaya kepada dunia,” kata Menbud Fadli Zon dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu.

Hal itu disampaikan Menbud Fadli dalam pertemuan strategis dengan Menteri Komunikasi Malaysia, Datuk Seri Ahmad Fahmi bin Mohamed Fadzil, di Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta.

Menbud Fadli menyampaikan bahwa kedekatan sejarah, bahasa, dan tradisi kedua negara merupakan modal penting untuk membangun kerja sama yang lebih konkret.

Ia memandang kebudayaan tidak hanya sebagai fondasi identitas bangsa, tetapi juga sebagai penggerak diplomasi budaya dan pembuka peluang ekonomi.

Sementara itu penguatan dalam bidang perfilman, Menbud Fadli mendorong penjajakan produksi bersama (co-production) dan produksi kolaboratif (joint production) untuk memperluas peluang bagi sineas kedua negara.

Indonesia, lanjut Fadli, tengah membuka skema dukungan produksi film melalui dana abadi kebudayaan, yang berpotensi mendukung pengembangan proyek film bersama.

Kerja sama juga dapat mencakup pengembangan talenta, penguatan ekosistem perfilman, serta perluasan akses ke pasar dan festival film internasional.

“Industri film dan musik memiliki potensi besar untuk memperkuat hubungan kedua negara. Kita dapat membuka lebih banyak ruang bagi sineas dan musisi untuk berkarya lintas negara, sekaligus memperluas jangkauan karya Indonesia dan Malaysia agar dikenal oleh masyarakat lebih luas,” tutur Menbud Fadli.

Selain industri kreatif, kedua pihak turut membahas pelestarian warisan budaya yang memiliki keterkaitan sejarah di kawasan.

Menbud Fadli mengusulkan penguatan kerja sama kebudayaan Melayu, khususnya melalui digitalisasi manuskrip, dokumentasi tradisi lisan, dan pengembangan aksara Jawi.

Pertemuan tersebut juga membahas peluang nominasi bersama untuk warisan budaya takbenda, dengan tindak lanjut melalui koordinasi antarkementerian dan lembaga terkait.

“Kita juga perlu memperkuat kerja sama dalam pelestarian warisan budaya yang kita miliki bersama. Peluang kolaborasi dapat dikembangkan melalui pertukaran delegasi budaya, digitalisasi manuskrip, serta penjajakan nominasi bersama agar warisan budaya kita semakin dikenal dan mendapat pengakuan di tingkat internasional,” tambah Menbud Fadli.

Menbud Fadli berharap kerja sama ini tidak berhenti pada pembicaraan atau penandatanganan nota kesepahaman, tetapi dapat diwujudkan dalam kegiatan nyata.

“Dengan semangat kebersamaan, kita dapat memperkuat kolaborasi film dan musik, mengembangkan festival Melayu atau Nusantara, serta mendorong berbagai inisiatif kebudayaan yang bermanfaat bagi kedua negara,” tutur Menbud Fadli.

Menteri Komunikasi Malaysia, Datuk Seri Ahmad Fahmi bin Mohamed Fadzil, menyambut baik peluang penguatan hubungan kebudayaan kedua negara.

Ia juga menilai kesamaan sejarah, warisan budaya, dan nilai-nilai masyarakat Indonesia dan Malaysia dapat menjadi landasan untuk memperluas kolaborasi, termasuk melalui pemanfaatan teknologi digital dalam memperkenalkan ekspresi budaya kepada generasi muda.

“Kita serumpun. Kita memiliki sejarah, warisan budaya, dan nilai-nilai yang sama. Ada banyak peluang untuk bekerja sama, tidak hanya melalui pertukaran antarmasyarakat, tetapi juga melalui berbagai inisiatif yang dapat kita kembangkan bersama,” ujar Menteri Fahmi.

Menteri Fahmi juga menekankan pentingnya memperkuat dukungan terhadap industri kreatif melalui pembiayaan, tata kelola, dan pengembangan talenta.

Menurut dia, sinergi antarlembaga dan pelaku industri kedua negara dapat membantu mengoptimalkan potensi sumber daya bersama sekaligus memperluas jangkauan karya Indonesia dan Malaysia.

“Kita perlu melihat potensi talenta dan sumber daya yang kita miliki bersama. Dengan memperkuat kolaborasi dan produksi bersama, kita dapat menciptakan lebih banyak peluang bagi pelaku industri kreatif serta membawa karya dari kedua negara menjangkau pasar yang lebih luas,” kata Menteri Fahmi. (LE)

Source: ANTARA

Pos terkait