Libatkan 22 Petani Perempuan, Ayu Sudana Pasarkan Kopi Organik ke Mancanegara

Bali Beans Coffee
Generasi kedua Bali Beans Coffee, Ayu Sudana sedang mempresentasikan kopi organik di hadapan buyer internasional - (Foto: Dok Bali Beans Coffee)

Kerobokan, LenteraEsai.id – Memiliki masa kecil di tengah-tengah kebun kopi, tak disangka membuat Ayu Sudana terpikir untuk mengangkat harkat kopi Bali menjadi produk pilihan untuk dipasarkan di mancanegara. Harapan ini diwujudkannya pada tahun 2015, dengan mengibarkan bendera usaha ‘Bali Beans Coffee & Co’, yang kini melibatkan 22 petani perempuan untuk diajak bersama-sama memproduksi kopi organik Arabica dan ternyata mendapatkan sambutan antusias dari konsumen berbagai negara.

“Bali Beans Coffee & Co, produsen kopi Arabika premium yang berbasis di Plaga, menegaskan posisinya sebagai salah satu penggerak industri kopi berkelanjutan di Bali. Perusahaan keluarga yang berdiri sejak 1985 ini menjalankan model produksi terpadu “From Crop to Cup”, mencakup budidaya, panen, pengolahan, roasting, hingga distribusi,” ujar Ayu Sudana dalam konferensi pers di kedai kopi Bali Beans Coffee & Co yang terletak di Jalan Umalas, Kerobokan, Kuta, Kamis (4/12/2025) sore.

Bacaan Lainnya

Bali Beans didirikan oleh pasangan petani Bali, Nyoman Sudana dan Wayan Sari, yang memulai penanaman kopi Arabika di lahan leluhur mereka di dataran tinggi vulkanik Kintamani. Berlandaskan filosofi Tri Hita Karana, usaha ini berkembang menjadi brand kopi lokal yang kini menjangkau pasar nasional hingga internasional.

Saat ini, pengelolaan perusahaan diteruskan oleh generasi kedua, Ayu Sudana, yang memperkuat profesionalisme Bali Beans melalui pengembangan hospitality, edukasi kopi, serta perluasan pasar retail dan ekspor. “Kami bekerja sama menggandeng 22 petani perempuan agar pasokan kopi organik ini terus berkesinambungan. Syukurnya, kopi organik ini diserap pasar internasional, seperti Inggris, Amerika, Norwegia, Dubai dan sejumlah negara lainnya. Rata-rata per bulan kami memproduksi 1 ton kopi. Selain untuk pasar luar negeri, kami juga memenuhi pesanan dari berbagai kopi di Bali yang saat ini sedang menjamur,” ujar Ayu Sudana.

Ayu Sudana melanjutkan, saat ini perusahaannya mengelola 5,5 hektar lahan, dengan 2,5 hektar di antaranya menjadi area tanaman kopi aktif. Mitra petani Bali Beans berjumlah 22 orang, masing-masing menggarap rata-rata 2 hektar lahan. Dengan varietas unggulan Arabika Kintamani, produksi rata-rata mencapai ±500 kilogram green beans per hektar per tahun. Sistem perkebunan tetap berbasis Subak Abian, model koperasi tradisional Bali yang menekankan gotong royong dan keberlanjutan.

Dalam proses produksinya, Bali Beans menerapkan standar ketat: pemilihan buah matang secara manual, pengolahan natural, honey, atau wet process, pengeringan matahari, grading, serta roasting internal berstandar internasional. Seluruh distribusi dilakukan tanpa perantara guna menjaga kualitas dan memastikan harga yang adil bagi petani.

Melalui program edukopi dan hospitality, Bali Beans membuka pengalaman bagi para pengunjung berupa tur kebun, kunjungan ke fasilitas roasting, sesi tasting, storytelling, hingga kegiatan komunitas lokal. Inisiatif ini bertujuan memperkenalkan kopi sebagai bagian dari budaya Bali, bukan sekadar komoditas.

Mengusung nilai Passion, Loyalty, Integrity, dan Sustainability, Bali Beans menegaskan bahwa kopi terbaik lahir dari proses yang bertanggung jawab—menghormati alam, memberdayakan komunitas, dan menciptakan nilai jangka panjang. (LE-Vivi)

 

Pos terkait