Banda Aceh, 01/12 (ANTARA) – Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh melaporkan sebanyak 173 warga meninggal dunia akibat banjir dan longsor yang melanda provinsi tersebut sejak 18 November 2025. Data itu diperbarui hingga Senin pukul 19.56 WIB.
Ketua Tim Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh, M Nasir, menyatakan bencana ini berdampak pada 18 kabupaten/kota, meliputi 226 kecamatan dan 3.310 gampong. Total warga terdampak mencapai 214.382 KK atau 1.418.872 jiwa, dengan 97.305 KK di antaranya mengungsi ke 828 lokasi.
Selain korban meninggal, tercatat 1.435 jiwa mengalami luka ringan, 403 luka berat, serta 204 warga masih hilang. Kerusakan infrastruktur juga meluas, meliputi 138 kantor, 51 tempat ibadah, 201 sekolah, 4 pondok pesantren, serta 302 titik jalan dan 152 jembatan.
Bencana ini turut mengakibatkan kerugian harta benda, di antaranya kerusakan 77.049 unit rumah, hilangnya 182 ekor ternak, serta terdampaknya 139.444 hektare lahan persawahan dan 12.012 hektare perkebunan.
Nasir menegaskan fokus penanganan pada fase awal tanggap darurat adalah evakuasi warga terisolir, penyaluran bantuan logistik, dan pemulihan konektivitas. Ketiga prioritas ini ditargetkan rampung dalam 14 hari, sebelum memasuki tahap rehabilitasi. (ANT/LE)







