judul gambar
DenpasarHeadlines

Gelar Yudisium, 45% Calon Wisudawan FP Unud Lulus ‘Cum Laude’

Denpasar, LenteraEsai.id – Fakultas Pertanian Universitas Udayana (FP Unud) menyelenggarakan upacara pelepasan calon wisudawan atau yudisium perode Juni 2022. Sebanyak 49 alumni FP Unud dan sekitar 45% lulusan yang meraih gelar dengan predikat dengan pujian alias ‘cum laude’ resmi dilepas di Gedung Pascasarjana Unud, pada Rabu (22/6).

Wakil Dekan I FP Unud Dr. Ir. Ni Luh Kartini, MS.,menegaskan persentase predikat dengan pujian” tertinggi dibandingkan dengan predikat-predikat lainnya. 

Berdasarkan total persentase predikat kelulusanseluruh calon wisudawan program studi di FP Unud meliputi calon wisudawan lulus dengan predikat cukup hanya 2,04%, memuaskan (12,24%), sangat memuaskan (40,82%), dan dengan pujian (44,90%),” ungkapnya.

Dijelaskan Dr. Kartini, persentase kelulusan ‘cum laude’ seharusnya bisa lebih tinggi mengingat kriteria penentuan predikat itu selain nilai tinggi juga mahasiswa mesti lulus tepat waktu. Mahasiswa S1 mesti menempuh studi 4 tahun, S2 (2 tahun) dan S3 (3 tahun).

“Tingginya persentase lulusan ‘cum laude’ menjadi bukti bahwa proses pembelajaran di FP Unud sudah berjalan baik. Kualitas proses pembelajaran di FP Unud, selalu mengadopsi inovasi bidang pendidikan. Sebagai contoh, saat ini dikembangkan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan aktivitas pembelajaran berbasis studi kasus,” tegasnya.

Dr. Luh Kartini mengungkapkan bahwa jumlah calon wisudawan FP Unud yang dilepas pada yudisium periode Juni 2022 sebanyak 49 orang yang terdiri dari 40 orang lulusan S1, magister (7) dan doktor (2). “Prodi S1 Agribisnis melepas alumni terbanyak yakni 21 orang, dan Prodi S1 Agroekoteknologi,” ungkap pakar pertanian organik tersebut.

Hal yang tidak kalah menarik ialah mengenai perbandingan jumlah antara calon wisudawan laki-laki dan perempuan. Dari 21 calon wisudawan S1 Agribisnis hanya terdapat 1 orang calon wisudawan laki-laki. Begitupun dengan Prodi Agroekoteknologi yang meluluskan 17 calon wisudawan, ternyata hanya 5 orang calon wisudawan yang berjenis kelamin laki-laki.

Mencermati data tersebut, Dr. Luh Kartini merasa bangga dengan tingginya partisipasi perempuan menggeluti bidang pertanian. Di lain sisi, dia mengatakan sedih kala menyadari kaum lelaki semangatnya menempuh pendidikan di bidang pertanian menurun.

“Harapannya ada kesetaraan gender artinya ada keseimbangan partisipasi perempuan dan laki-laki dalam membangun pertanian,” tuturnya.

Dr. Luh Kartini menambahkan jumlah mahasiswa FP Unud saat ini sebanyak 1.704 mahasiswa dengan rincian S1 Agribisnis sebanyak 789 mahasiswa, S1 Agroekoteknologi (577), S1 Arsitektur Landskap (232), S2 Agribisnis (40), S2 Bioteknologi (9), S2 Pertanian Lahan Kering (13), S2 Agroekoteknologi (7), dan S3 Pertanian (37).

Untuk diketahui, Yudisium FP Unud periode Juni 2022 ini diisi dengan motivation session yang menghadirkan pelaku wirausaha bidang pertanian yakni Presdir POD Chocolate dan Anggota DPRD Kabupaten Badung IGAA Trimafo Yudha dan Direktur Utama PT Bali Agro Investama Dip-Ing. I Ketut Kartika Tanjana.

Talkshow yang dipandu dosen Prodi Agribisnis Dr. Putu Udayani Wijayanti, SP., M.Agb disambut antusias oleh calon wisudawan, mahasiswa, dosen, serta alumni FP Unud yang secara khusus hadir mengikuti kegiatan talkshow. Selain mendiskusikan kiat-kiat mengelola usaha bidang pertanian, peserta talkshow juga ingin mendapatkan informasi peluang kerja.

Salah seorang alumni FP Unud mempertanyakan peluang kerja di POD Chocolate kepada Inda Yudha. Inda Yudha dengan lugas menyatakan pihaknya siap membuka lowongan kerja bagi lulusan FP Unud. “Silahkan ajukan lamaran dan lampirkan CV ke POD,” tuturnya.

Dekan FP Unud Prof. Dr. Ir. Nyoman Gede Ustriyana, MM mengapresiasi tanggapan Inda Yudha. “Ini peluang bagus mudah-mudahan ada alumni FP Unud berjodoh mendapatkan pekerjaan di POD Chocolate,” tegas Prof. Ustriyana.

Ditambahkan, pihaknya menyatakan salut atas kerja keras panitia yudisium FP yang dikomandani Ni Wayan Sri Sutari, SP., MP yang memberikan terbaik kepada calon wisudawan. Mendatangkan narasumber yang berkualitas dalam talkshow, katanya, tidak mudah namun panitia mampu melakukan dalam waktu singkat. (LE-DP)

Sumber: www.unud.ac.id

Lenteraesai.id