DenpasarHeadlines

Tekan Penularan Kasus, Pemkot Denpasar Gencarkan Tracing Jemput Bola Lacak Kasus Covid-19

Denpasar, LenteraEsai.id – Satgas Covid-19 Kota Denpasar bersama para kepala lingkungan dan dusun, dibantu TNI/Polri terus menggencarkan tracing dan testing Covid-19 dengan sistem jemput bola pada Senin (10/1) di beberapa wilayah Kota Denpasar.

Kadis Kesehatan Kota Denpasar dr Ni Luh Putu Sri Armini mengatakan, kegiatan yang menyasar masyarakat dengan kontak erat pasien positif Covid-19 ini bertujuan untuk mempercepat menemukan kasus aktif. Sehingga penularan dan kasus aktif lebih cepat diantisipasi dan upaya mencegah penularan berkelanjutan dapat dioptimalkan. Hal ini juga dilakukan berkaitan dengan ditemukannya 5 kasus positif baru di wilayah Kelurahan Sanur dan Desa Sanur Kauh kemarin.

Lebih lanjut dijelaskan, saat ini memang kasus aktif di Kota Denpasar masih tergolong rendah. Kondisi ini dibarengi dengan konsistensi penambahan kasus sembuh. Namun demikian, upaya antisipasi penularan harus terus dioptimalkan.

“Saat ini penambahan kasus masih rendah, kasus sembuh juga terus meningkat, namun upaya pencegahan harus terus dioptimalkan dengan 3 T dan Prokes yang ketat,” ucapnya, menjelaskan.

Sri Armini didampingi Jubir Satgas Covid 19 Kota Denpasar Dewa Gede Rai menuturkan, penanganan Covid-19 di Kota Denpasar tetap mengedepankan pola penanganan pusat. Yakni Tracing, Testing dan Treatment (3T). Karenanya, Perbekel, Kadus dan Kaling selalu dilibatkan sebagai tracer, demikian juga unsur TNI, Polri dan Dinkes.

“Setelah kita temukan, kita test, setelah itu tindaklanjutnya kita tangani, apakah dirujuk, nanti alurnya sudah tersedia,” katanya.

“Harapan kami dengan digencarkannya 3T ini dapat mempercepat penanganan Covid-19 di Kota Denpasar, termasuk mendukung optimalisasi pencegahan penularan,” ucap Sri Armini.

Sementara Dewa Gede Rai menambahkan, walaupun kondisi pandemi Covid-19 di Kota Denpasar tergolong rendah, masyarakat diimbau tetap disiplin menerapkan prokes. “Saya ajak masyarakat jangan abai dan kendur dalam menerapkan disiplin protokol kesehatan, karena jika lengah dan abai kasus Covid-19 sewaktu-waktu bisa meningkat,” imbuhnya. (LE-DP)

Lenteraesai.id