HeadlinesLentera NTB

Gubernur NTB Lantik Pengurus Pasemetonan Buleleng-Lombok dan Hadiri Bazar UKM

Mataram, LenteraEsai.id – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr H Zulivefiimasnyah SE MSc berkesempatan menghadiri dan melantik kepengurusan Pasemetonan Buleleng-Lombok (PBL) yang dilaksanakan di halaman Pura Mutering Jagad Mataram pada Sabtu, 25 September 2021.

Selain melantik pengurus PBL untuk masa bakti lima tahun mendatang, Gubernur NTB yang didampingi sejumlah pejabat di jajaran Forkopimda NTB dan perwakilan BPD Bali, juga berkenan meninjau pelaksanaan Bazar UKM yang digelar oleh para pengusaha yang tergabung dalam organisasi PBL.
Dalam sambutannya Gubernur Zulivefiimasnyah menyambut positif dibentuknya perkumpulan PBL guna meningkatkan tali persaudaraan antarwarga, khususnya yang berasal dari daerah Buleleng-Bali dengan semeton yang ada di Pulau Lombok-NTB.
Demikian juga dengan digelarnya Bazar UKM diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di masa pandami Covid-19 yang hingga kini belum ada tanda-tanda akan secepatnya berakhir, ucapnya.
Selain itu, Gubernur NTB juga berharap kegiatan seperti ini dapat  dijadwalkan secara berkala untuk menggairahkan sektor ekonomi, sekaligus meningkatkan silahturahim antarpengurus dengan anggota PBL, termasuk dengan lingkungan masyarakat setempat.
Usai acara pelantikan yang dilaksanakan dengan menerapkan prokes yang ketat, segenap pengurus dan anggota PBL nampak melakukan persembahyangan bersama di Pura Mutering Jagat Mataram, dipimpin oleh jro mangku setempat.
Semua rangkaian kegiatan tersebut mendapat pengamanan dan bantuan komunikasi (bankom) dari pengurus dan anggota Radio Antar-Penduduk Indonesia (RAPI) Provinsi NTB.
Sementara itu, Gede Ardana SE MIkom, salah seorang Penasihat PBL mengatakan, organisasi Pasemetonan Buleleng-Lombok yang berdiri sejak dua tahun talu, bermula dari adanya beberapa warga Buleleng yang tinggal di Mataram, kumpul-kumpul untuk saling melepas penat setelah seharian bekerja sesuai dengan profesinya masing-masing.
Dalam obrolan santai dan tak jarang hanya sekedar ‘kangin-kauh’ begitu, tiba-tiba ada yang mencetuskan ide untuk membentuk organisasi pemersatu, sebagai wadah melakukan kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa.
Akhirnya, dalam kesempatan berkumpul dari jumlah warga yang lebih banyak, disepakati untuk membentuk organisasi PBL yang kemudian diresmikan pendiriannya pada 24 November 2019 di Kota Mataram, NTB, ujar Ardana, menjelaskan.
Mengenai maksud dan tujuan dibentuknya PBL, Ardana mengungkapkan, pada dasarnya adalah untuk mempersatukan warga Buleleng dan Lombok dalam membangun hubungan kekerabatan saling asah asih asuh, serta bersama-sama berupaya meningkatkan kesejahteraan dengan mendirikan unit usaha ekonomi yang terjangkau oleh anggota.
Sementara bagi anggota yang sudah menpunyai lahan usaha dapat  menjalin bubungan dan mempromosikannya untuk secara bersama-sama bergerak ke arah peningkatan kesejahteraan para anggota, ucapnya.
Keanggotaan PBL sampai saat im sudah mencapa 300 lebih kepala keluarga (KK). Organisasi ini mempunyai visi yaitu warga Buleleng-Lombok bersatu, sejahtera, maju dan mandiri. Memasuki tahun kedua, organisasi telah terdaftar di Kantor KemenkumhamI No ANU0010178.AH.01 07 Tahun 2021 sebagai badan hukum Perkumpulan.
Untuk meningkatkan kesejahteraan anggota, organisasi ini mempunyai koperasi bernama KSU Buleleng Lombok Gemilang dengan registrasi Mo: AHU 000799B.AH.O1 26. Tahun 2021 dengan anggota koperasi yang sudah mencapai lebih dari 100 orang, Sementara untuk kegiatan Usaha Kecil Menengah di PBL telah bergabung sebanyak 22 UKM milik para anggota.
Sebagai organisasi perkumpulan, anggota PBL berkomitmen untuk menjaga kelestarian budaya leluhur dan peduli terhadap kesejahteraan anggota, serta siap bekerja sama dengan berbagai pihak demi terwujudnya warga Buleleng-Lombok yang bersatu, sejahtera, maju dan mandiri, ujar Ardana, memaparkan.  (LE-LB)

Lenteraesai.id