Denpasar, LenteraEsai.id – Pasar Badung sebagai pasar rakyat terbesar di Bali mendapat kunjungan Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto pada Kamis (26/11). Kehadiran Mendag di pasar yang revitalisasinya diresmikan Presiden Joko Widodo, disambut Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra di pelataran Pasar Badung di Denpasar.
Tampak hadir Sekjen Kementerian Perdagangan RI Suhanto, Dirut Perumda Pasar Sewaka Dharma Kota Denpasar IB Kompyang Wiranata, pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar serta undangan lainnya dengan tetap disiplin menerapkan Protokol Kesehatan.
Dalam kesempatan tersebut, Mendag Agus Suparmanto menyerahkan Bantuan Alat Penunjang Kesehatan kepada para pedagang Pasar Badung, sekaligus memantau stabilitas harga pokok dengan berkeliling pasar, mengecek timbangan tera ulang serta meninjau Sekolah Pasar bagi pedagang pasar.
Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto saat diwawancarai wartawan menjalaskan bahwa kunjungan ke Pasar Badung dilaksanakan sebagai upaya untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok. Hal ini serangkaian kesiapsiagaan dalam menyambut Hari Natal dan tahun baru 2021.
“Saya ingin melihat kondisi pasar sendiri, kemudian juga pedagang-pedagang di sini bagaimana kesiapannya. Selain kesiapan juga saya ingin melihat harga-harga menjalang Natal dan tahun baru,” katanya.
Lebih lanjut dijelaskan, dari hasil pemantauan secara umum, harga bahan pokok di Pasar Badung masih stabil. Selain itu stok kebutuhan bahan pokok juga aman.
“Saya telah melihat harga bahan pokok stabil, baik itu gula, bawang putih, bawang bombai, ayam dan beras saya lihat pagi ini dan ini semuanya dalam kondisi baik utamanya dalam menyambut Natal dan tahun baru, serta stok bahan pangan cukup,” ujarnya.
Mendag juga turut mengapresiasi pelaksanaan sekolah pasar dan digitalisasi pasar rakyat untuk meningkatkan daya saing pasar tradisional. Sehingga keberadaan pasar dapat mendukung terciptanya stabilitas ekonomi berkelanjutan.
“Sekolah pasar dan digitalisasi pasar memang sangat baik untuk mendukung kemajuan pasar tradisional, sehingga mampu berdaya saing. Hal ini menjadi inovasi positif untuk mendukung kemajuan UMKM sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional,” ucapnya.
“Dan yang paling penting di sini adalah semua pedagang dan pengelola pasar menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, dan ini saya sangat senang, sehingga para konsumen dalam kondisi nyaman berbelanja,” katanya.
Sementara Wali Kota Rai Mantra mengatakan bahwa Program Sekolah Pasar merupakan program unggulan sesuai dengan komitmen Pemkot Denpasar dalam mendukung peningkatan daya saing pasar tradisional. Hal ini juga menjadi wahana dalam memberikan pemahaman serta strategi dalam mendukung kemasan, upaya promosi serta menjaga kepercayaan pembeli.
Dikatakan Rai Mantra, Program Sekolah Pasar ini juga didukung dengan digitalisasi pasar. Di mana, di era yang serba bergerak dengan teknologi saat ini keberadaan pasar rakyat tidak boleh tertinggal. Hal ini menjadi salah satu kesempatan untuk dapat bertransformasi ke arah yang lebih efektif dan produktif. Hal inilah yang menjadi landasan serta dasar dalam menciptakan digitalisasi pasar rakyat dan pasar tradisional.
Rai Mantra menambahkan bahwa digitalisasi pasar rakyat ini dikemas dengan menerapkan pembayaran sistem elektronik menggunakan QRIS, bekerja sama dengan Go Jek, serta inovasi lainya yang memberikan kemudahan berbelanja dan mendukung penuh penerapan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 saat ini.
“Jadi terima kasih atas kunjungan Pak Menteri Perdagangan di Pasar Badung, semoga sekolah pasar dan digitalisasi pasar ini dapat memberikan inspirasi bagi daerah lainnya dan tentunya dengan berbagai inovasi saat ini diharapkan dapat meningkatkan harkat dan derajat pedagang yang bermuara pada kesejahteraan dan perputaran perekonomian daerah,” katanya berharap. (LE-DP)







