DenpasarHeadlines

KPwBI Gelar Bedah Buku ‘Ekonomi Indonesia dalam Lintasan Sejarah’

Denpasar, LenteraEsai.id – Bank Indonesia Provinsi Bali menggelar kegiatan peresmian perpustakaan yang dirangkaikan dengan bedah buku ‘Ekonomi Indonesia dalam Lintasan Sejarah’. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (29/01/2020) di Gedung KPwBI Provinsi Bali di Denpasar.

Hadir pada kesempatan ini, Wakil Presiden Indonesia ke-11 Prof Dr Boediono sebagai narasumber bedah buku berjudul: ‘Ekonomi Indonesia dalam Lintasan Sejarah’. Buku ini merupakan buah karya Prof Dr Boediono. Selain itu, hadir pula Destry Damayanti selaku Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.

Kegiatan ini mempunyai arti yang sangat penting karena merupakan penguatan sinergi dan kolaborasi dalam mendukung kegiatan pemberdayaan ekonomi melalui penguatan edukasi masyarakat khususnya di bidang ekonomi.

Di sela-sela acara, Prof Dr Boediono menyatakan, Bali sudah sepatutnya mencari andalan atau unggulan lain selain sektor pariwisata. Hal ini perlu dilakukan sebagai langkah untuk dapat bertahan pada kondisi fluktuasi krisis global.

“Perlu ada sektor andalan kedua selain pariwisata, sehingga Bali tetap dapat bertahan pada saat pada kondisi fluktuasi krisis global. Dengan begitu, dampak ekstrem dari kondisi ini dapat dikurangi,” ujarnya, mengingatkan.

Sementara itu, Trisno Nugroho sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali dalam sambutannya menyampaikan tentang kinerja pertumbuhan ekonomi Provinsi Bali tahun 2019 yang disebutkan masih tumbuh kuat.

“Pertumbuhan ekonomi Bali masih kuat. Hal ini tercermin dalam kinerja pertumbuhan ekonomi yang ‘resilient’ dan berada di atas pencapaian ekonomi nasional,” ucapnya.

Menurut dia, perekonomian Bali diperkirakan masih dapat tetap tumbuh tinggi sebesar 5,40%-5,80% tahun 2019 dan sebesar 5,70%-6,10% di tahun 2020.

Terkait masalah yang dihadapi dunia tentang menyebarnya Virus Corona, Trisno Nugroho mengatakan pada awal 2020, kinerja pariwisata juga tertekan akibat kejadian ini. Virus Corona berasal dari China, sehingga jumlah wisman yang berasal dari China diperkirakan turun drastis.

“Dalam kondisi ini kita di Bali juga harus bersiap-siap dan harus lebih hati-hati untuk mengantisipasi masalah ini. Kita doakan semoga masalah ini cepat selesai,” katanya.

Di sisi lain, tentang acara bedah buku, Trisno Nugroho menyampaikan bahwa terdapat tiga pesan utama dari buku yang ditulis Prof Dr Boediono. “Yang pertama, sejarah mencatat sasaran politik pada suatu masa tidak selalu sejalan atau sinergis dengan sasaran ekonomi pada waktu yang sama. Yang kedua, kita harus menerima kenyataan bahwa gejolak dan gangguan bisa datang sewaktu-waku dan membawa ekonomi kita keluar rel, tidak ada jalan lain selain selalu siap siaga, dan memiliki sistem pertahanan yang kuat, melalui : (i) Pembangunan struktur ekonomi yang kuat, (ii) Tataran kebijakan yang pruden, dan (iii) Protokol krisis yang jelas sebagai langkah mengatasi krisis. Yang ketiga, pentingnya Indonesia menyiapkan generasi unggul dan reformasi institusi publik untuk menghadapi tantangan perekonomian yang semakin berat ke depannya,” kata Trisno.

Selanjutnya, Destry Damayanti sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia menyatakan, belajar dari buku yang dituliskan oleh Prof Dr Boediono dapat disimpulkan bahwa sejarah perekonomian Indonesia bukanlah sebuah cerita yang dapat dikotak-kotakkan. “Sejarah perekonomian Indonesia merupakan sebuah rangkaian perjalanan yang membentuk identitas Indonesia sebagai bangsa yang utuh,” ujar Destry Damayanti.

Selanjutnya Destry berharap melalui acara bedah buku ini, para peserta yang hadir di kesempatan berharga ini dapat memperoleh pengetahuan yang lebih dalam setelah berdiskusi langsung bersama Prof Dr Boediono.

“Merupakan kesempatan yang langka bagi kita semua untuk dapat mendengarkan pemaparan dan pemikiran beliau sebagai tokoh bangsa,” katanya. (LE-Tia)

Comment

Comment here

Lenteraesai.id