Hadirkan Berbagai Pelayanan Gratis, Relawan GP Gelar Bhakti Sosial di Lapas Kerobokan

Relawan Gema Perdamaian laksanakan kegiatan bhakti sosial di Lapas Kelas 2A Kerobokan (Foto: Dok Humas Gema Perdamaian)

Denpasar, LenteraEsai.id – Tak kurang dari 100 warga binaan (narapidana, red) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2A Kerobokan Badung antusias menghadiri bhakti sosial yang diselenggarakan oleh Komunitas Pengayah Gema Perdamaian (GP), pada Jumat (10/6).

Melalui kegiatan ini, relawan GP mendapat kesempatan melayani dan berbagi kasih dengan para warga binaan yang sedang menjalani masa tahanan. Para warga binaan pun dapat mengikuti pemeriksanaan kesehatan gratis, konsultasi, hipnoterapi, fisioterapi, tarot dan lainnya dari relawan GP.

Bacaan Lainnya

Ketua Panitia GP ke-20, dr Putu Laksmi Anggari Putri Duarsa SpKK didampingi dr Ketut Budha Wijaya menyampaikan kilas balik dari Gerakan Gema Perdamaian. Menurut Laksmi Duarsa, Gerakan GP bermula dari suasana keprihatinan paskateror bom yang mengguncang dan memporakporandakan Bali pada 2002 silam.

“Saat itu, sekelompok anak bangsa yang peduli Bali berkumpul guna merajut kembali rasa damai yang sempat terkoyak oleh ulah segelintir manusia biadab yang tak berperikemanusiaan, menyebarkan teror yang berujung pada tragedi kemanusiaan bom Bali 1. Itulah latar belakang Gerakan Gema Perdamaian. Tak terasa, GP kini sudah memasuki usia 20 tahun,” ungka Laksmi Duarsa yang juga Ketua Departemen Kesehatan di Paiketan Krama Bali ini.

Untuk mengisi acara GP ke- 20, kata Laksmi Duarsa,  pihaknya telah menggelar beberapa kegiatan, di antaranya doa bersama di Gong Perdamaian Kertalangu, 14 Maret 2022 tatkala sedang berkecamuknya Perang antara Rusia-Ukraina. Doa itu diharapkan memancarkan vibrasi agar dunia kembali damai.

“Kegiatan kedua dalam tahun ini, GP mempersembahkan bhakti sosial yang terinspirasi oleh filosofi Tri Hita Karana yaitu menjaga keharmonisan antarmanusia (Pawongan), selain menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan Yang Mahaesa, Hyang Widhi Wasa (Parhyangan) dan Keharmonisan hubungan manusia dengan alam semesta (Palemahan),” jelas Laksmi.

Pemilihan lokasi Bhakti sosial di Lapas Kelas 2A Kerobokan didasari oleh pertimbangan bahwa layanan kesehatan di Lapas tidak semudah layanan kesehatan di luar Lapas. Walaupun pelayanan kesehatan di Lapas sudah menjadi tanggung jawab pemerintah, namun mungkin ada sisi-sisi lain tidak sepenuhnya bisa tercover oleh pemerintah. “Oleh karenanya, kami hanya ingin berbagi kasih dengan saudara-saudara kami, warga binaan di Lapas,” ujarnya, menegaskan.

Terdapat beberapa layanan kesehatan yang dipersembahkan dalam Bhakti sosial di Lapas Kerobokan meliputi Dharma Talk, Holistik Theraphy/Healing (Prana/Crystal/Hypno), layanan fisioterapi, pemeriksaan kesehataan (kulit, penyakit dalam, THT), Self Love, Konseling Psikolog dan Tarrot Card.

Bhakti sosial diawali dengan sharing tentang “Bahagia di Mana-mana” oleh Nena Mawar Sari SPsi, Cht Self Love oleh Jero Jemiwi dan persembahan beberapa lagu dari para relawan. Yang memukau adalah penampilan musisi kondang, Bli Jerinx dan kawan-kawan. GP ke-20 ahun ini juga dimeriahkan oleh berbagai kegiatan seperti: lomba kreatif untuk edukasi damai, yoga damai, meditasi damai, dialog damai secara nasional dan internasional, peace day.

Koordinator Kesehatan Lapas Kelas 2A Kerobokan,  dr AA Gede Hartawan menyatakan, jumlah penghuni Lapas Kerobokan saat ini 1.056 orang. Dari jumlah itu, 2/3-nya narapidana dari luar Bali sedangkan napi orang asing sekitar 70 orang dari 20 an negara.

“Kami berharap, kegiatan seperti ini kalau bisa agar dilaksanakan secara rutin. Warga binaan pasti akan semangat mengikuti jika diumumkan jauh-jauh hari,” ujar dokter yang telah 25 tahun bertugas di Lapas Kerobokan ini.

Terkait Bhakti sosial di Lapas, salah satu The Founding Fathers/Steering Committee GP, Ida Rsi Wisesanatha menyatakan, GP selalu melakukan aksi nyata pelayanan (sevanam) bagi para warga binaan di Lapas Kerobokan.

“Kehadiran teman-teman komunitas GP merupakan bukti bahwa kami ingin berbagi kasih (we love you) untuk bersama-sama membangun rasa damai. Kami ikut merasa bahagia menyaksikan warga binaan di Lapas antusias mengikuti acara,” ujar Ida Rsi didampingi Ida Rsi Istri Mahadewi.

Lebih lanjut disampaikan bahwa momen ini adalah pembelajaran bagi relawan komunitas GP karena dapat secara langsung menyaksikan suasana kehidupan di lapas. “Baksos ini membangun perspektif baru bagi para warga binaan bahwa masih ada sekelompok orang mau berbagi kasih kepada mereka yang sedang menjalani tahanan,” imbuh Ida Rsi.

Turut hadir dalam acara Bhakti sosial para senior pendiri Gema Perdamaian seperti Dr Gusti Kade Sutawa SE MM MBA, Ir Ketut Darmika dan sejumlah relawan setia GP.  Para warga binaan di Lapas Kerobokan, selain mendapatkan layanan pemeriksanaan kesehatan gratis, mereka juga mendapatkan bingkisan dari para relawan GP.

Bhakti sosial ini didukung oleh sejumlah stakeholders yakni : Paiketan Krama Bali, Pusat Unggulan Pariwisata Unud, Self Love FLC, RS Surya Husada, RSUD Wangaya Kota Denpasar, RS Kasih Ibu, RSU GarbaMed, BIMC Hospital, Quantum Diagnostic Centre, Majalah Craddha, AtNews, Bank BRI, Pasraman Bali Eling Spirit, TK Ayu Weda dan WHDI. (LE-DP)

Pos terkait