Denpasar, LenteraEsai.id – Mimpi untuk berkarier di Jepang semakin dekat menjadi kenyataan bagi 11 peserta Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Darma yang berhasil lolos seleksi kerja bersama perusahaan dan Accepting Organization (AO) asal Jepang. Keberhasilan ini menjadi buah dari kerja keras, kedisiplinan, dan kesungguhan mereka dalam mempersiapkan diri menghadapi peluang kerja internasional.
Direktur LPK Darma, Mega Devia In Baliani, menjelaskan bahwa proses rekrutmen awalnya membuka kuota bagi 12 orang calon pekerja. Namun setelah melalui tahapan seleksi bersama pihak perusahaan Jepang, jumlah peserta yang diterima ditetapkan menjadi 11 orang untuk penempatan di sektor pengolahan daging di Prefektur Ibaraki, Jepang.
“Awalnya perusahaan membuka 12 kuota, namun setelah proses seleksi diputuskan hanya merekrut 11 orang. Meski demikian, kami bersyukur karena peserta yang lolos merupakan kandidat terbaik yang telah melalui proses seleksi ketat bersama pihak perusahaan Jepang,” ujar Mega Devia In Baliani.
Sebanyak 11 peserta yang dinyatakan lolos seleksi tersebut adalah M Aref Ridwan, Lilian Luthfi, Herman Rozi, Ahmad Efendi, Ilham Bukhari, Fifi Lutfiana, Candrika Nirmala, Lifia Aurora, Fuji Lestari, Haifa Ernita, dan Vika Aulia.
Meski telah dinyatakan lolos, para peserta tidak akan langsung diberangkatkan ke Jepang. Mereka terlebih dahulu diwajibkan mengikuti program pendidikan dan pelatihan (diklat) pemantapan selama kurang lebih empat bulan sebagai bagian dari persiapan akhir sebelum memasuki dunia kerja di Negeri Sakura.
Mega Devia menjelaskan, program tersebut bukan lagi kursus bahasa Jepang dari tingkat dasar, melainkan tahap penguatan kompetensi. Seluruh peserta yang lolos dinilai telah memiliki kemampuan bahasa Jepang yang baik, bahkan dua di antaranya telah mengantongi sertifikat Japanese Foundation Test (JFT) A2 yang diakui secara internasional.
“Mereka yang lolos rata-rata sudah memiliki kemampuan bahasa Jepang yang sangat baik. Karena itu, fokus kami bukan lagi pada pembelajaran dasar, melainkan pemantapan bahasa, pemahaman budaya kerja Jepang, pembinaan fisik, penguatan mental, serta kedisiplinan sebelum keberangkatan,” jelasnya.
Menurut Mega Devia, pembekalan tersebut sangat penting untuk memastikan para peserta mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja dan budaya disiplin yang menjadi ciri khas perusahaan-perusahaan di Jepang.
Setelah menyelesaikan diklat pemantapan selama sekitar empat bulan, para peserta akan melanjutkan proses administrasi keberangkatan, termasuk menunggu penerbitan Certificate of Eligibility (COE) dan penjadwalan keberangkatan yang diperkirakan berlangsung dalam waktu satu hingga dua bulan berikutnya.
“Kami ingin memastikan peserta yang berangkat tidak hanya siap secara bahasa, tetapi juga siap secara mental, fisik, serta memahami budaya kerja Jepang. Dengan persiapan yang matang, mereka diharapkan mampu beradaptasi dengan baik dan memberikan kinerja terbaik saat bekerja di Prefektur Ibaraki,” ujarnya. (LE-003)







