Pasar Suwung Batan Kendal Jadi Teladan Pasar Rakyat Aman Pangan

Pasar Suwung Batan Kendal jadi teladan pasar rakyat aman pangan
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar Ni Nyoman Sri Utari memperlihatkan sertifikat penghargaan peringkat pertama nasional dalam Lomba Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas yang diselenggarakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. ANTARA/HO-Humas Pemkot Denpasar

Denpasar, LenteraEsai.id – Pasar Suwung Batan Kendal, Kota Denpasar, Bali, meraih peringkat pertama nasional dalam Lomba Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas yang diselenggarakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

Prestasi tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya pengelola pasar, pedagang, dan komunitas dalam menjaga keamanan pangan serta kebersihan lingkungan pasar.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar Ni Nyoman Sri Utari di Denpasar, Rabu, mengatakan penghargaan tersebut diraih dalam ajang yang dirangkaikan dengan Pertemuan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman (Germas Sapa).

Ia menjelaskan perlombaan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia pada 16 Oktober itu mengusung tema “Bersinergi untuk Pangan Aman, Berinovasi untuk Masa Depan”.

Menurut Sri Utari, kompetisi tersebut merupakan salah satu program pemerintah untuk mendorong terwujudnya pasar rakyat yang mampu menjamin keamanan pangan bagi masyarakat.

Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pedagang dan konsumen mengenai pentingnya pangan yang sehat, higienis, serta bebas dari bahan berbahaya.

“Ini tentunya menjadi apresiasi bagi para pedagang dan komunitas pasar atas upaya yang dilakukan selama ini untuk menjaga mutu dan higienitas lingkungan pasar,” katanya.

Sri Utari menegaskan Pemerintah Kota Denpasar berkomitmen mendukung program nasional pangan aman untuk semua yang digagas BPOM RI.

Salah satu upaya yang dilakukan melalui edukasi kepada pedagang agar tidak menjual produk pangan yang mengandung bahan berbahaya, seperti formalin, boraks, rhodamin B, serta pangan dengan kandungan residu pestisida berlebih.

Ia menambahkan, prestasi tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah daerah, pengelola pasar, dan pedagang untuk terus meningkatkan kualitas serta keamanan pangan yang diperdagangkan.

“Pedagang dan pengelola pasar menjadi lebih sadar pentingnya menjual produk yang higienis, bebas bahan berbahaya, dan memenuhi standar keamanan pangan,” ujarnya.

Melalui upaya tersebut, Pemkot Denpasar berharap pasar rakyat tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga mampu menyediakan pangan yang aman dan bermutu bagi konsumen. (LE)

Source: ANTARA

Pos terkait