Nusa Penida, LenteraEsai.id – Sejumlah pelabuhan yang menghubungkan Pulau Bali dengan Kepulauan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali kini diambil langkah buka-tutup sehubungan cuara buruk yang tengah berlangsung di wilayah perairan laut di kawasan tersebut.
Petugas pada Pelabuhan Nusa Penida, Senin (10/7/2023) sore mengungkapkan, kebijakan buka-tutup telah dilakukan pihaknya sejak Minggu (9/7) pagi karena cuaca yang begitu ekstrem di wilayah perairan yang menghubungkan Kepulauan Nusa Penida dengan pulau ‘induknya’, Bali di seberang sana.
Sehubungan dengan itu, tidak hanya petugas pelabuhan yang kini harus siaga ekstra di kawasan pelabuhan yang dibuka-tutup, tetapi juga tampak sejumlah anggota Babinsa dan Polsek Nusa Penida yang harus berjag-jaga guna nengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Wadanramil Nusa Penida Kapten Inf Gede Putrayadnya yang dihubungi terpisah, membenarkan bahwa pihaknya kini tengah mengerahkan sejumlah anggota Babinsa pada beberapa pelabuhan di Kepulauam Nusa Penida yang tengah dilakukan langlah-langkah buka tutup.
Petugas Babinsa hadir bersama pihak kepolisian dan aparatur dinas lainnya untuk melakukan upaya pengamanan serta antisipasi terhadap kemungkinan yang terjadi di kawasan pelabuhan yang kini dilakukan langkah buka-tutup tersebut, ucapnya.
Beberapa pelabuhan di Kepulauan Nusa Penida yang terdiri atas Pulau Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan itu kini ditutup untuk sementara waktu sehubungan cuara buruk berupa gelombang laut tinggi disertai anggin kencang terjadi di wilayah perairan laut sejak akhir pekan lalu.
“Penutupan itu dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Sertu I Gede Astawa, petugas Babinsa pada Koramil Nusa Penida yang kini ambil bagian dalam berjada-jaga di Pelabuhan Banjar Nyuh.
Selain Pelabuhan Banjar Nyuh, lanjut Sertu Astawa, beberapa pelabuhan yang lain kini juga ditutup untuk sementara waktu, seperti Pelabuhan Segi Tiga Emas, dan Pelabuhan Lembongan yang melayani rute pemberangkatan menuju Pelabuhan Sanur Denpasar dan sebaliknya.
“Itu semua karena faktor cuaca yang tidak memungkinkan,” ujar Wadanramil Putrayadnya sembari menambahkan bahwa semua sistem yang kini diterapkan petugas tentunya demi kebaikan dan keselamatan bersama.
Dikatakan, untuk pelabuhan yang saat ini sedang diberlakukan sistem buka-tutup operasionalnya, senantiasa akan berpatokan pada perkembangan situasi dan kondisi cuaca di lapangan. Untuk itu, petugas yang diterjunkan ke lapangan terus bersinergi dan memberikan imbauan kepada warga untuk berhati-hati dalam menghadapi cuaca buruk belakangan ini, ucapnya, menjelaskan.
(LE-Nup)







