Pemuteran, LenteraEsai.id – Upaya pelestarian terumbu karang tidak hanya bergantung pada teknologi restorasi, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat yang berada di garis depan ekosistem laut. Berangkat dari semangat tersebut, SheShells bersama Biorock Indonesia menggelar Coral Talks 2026 di Pemuteran, Kabupaten Buleleng, Bali, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Scholar Reef 2026: Coral Project Management for Women ini diikuti oleh 20 perwakilan dari berbagai operator selam (dive center) dan komunitas di kawasan Pemuteran, di antaranya Nemo Divers Bali, Karang Divers Pemuteran, Adi Rahayu, Yos Dive Pemuteran, Adi Matriano Dive Center, Mydas Dive Center, Sea Rovers Dive Center, Reef Seen Divers Resort, Abyss Ocean World, Bubble Dive Pemuteran, BWC Dive, Doubleyou Dive Service, Baby Lion, Bali Ocean Reef, serta Komunitas Lari Pemuteran. Coral Talks menjadi ruang edukasi sekaligus diskusi untuk meningkatkan pemahaman para pelaku wisata bahari mengenai pentingnya menjaga keberlanjutan restorasi terumbu karang.
Kegiatan ini dinilai relevan mengingat masih banyak proyek restorasi terumbu karang di Indonesia yang terhenti akibat minimnya perawatan, pemantauan, pendanaan, serta keterlibatan masyarakat lokal. Padahal, Indonesia memiliki salah satu keanekaragaman hayati laut terbesar di dunia, namun sebagian besar terumbu karangnya masih berada dalam kondisi rusak.
Melalui Coral Talks, peserta tidak hanya diperkenalkan pada kondisi ideal ekosistem terumbu karang sebagai kawasan wisata, tetapi juga dibekali pengetahuan mengenai langkah-langkah perawatan karang transplantasi agar program restorasi dapat berjalan secara berkelanjutan.
Perwakilan SheShells, Novieta Wibowo, mengatakan Coral Talks merupakan bagian dari kolaborasi berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian ekosistem laut.
“Melalui acara ini, kami ingin mengajak masyarakat, khususnya komunitas penyelam di Pemuteran, belajar bersama mengenai kondisi terumbu karang sekaligus membuka kesempatan untuk terlibat lebih jauh, baik sebagai volunteer Biorock Indonesia maupun melalui program kemitraan usaha yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat pesisir,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan konservasi laut membutuhkan kolaborasi antara organisasi, masyarakat, pelaku wisata, hingga pemerintah.
“Kami percaya, laut yang sehat akan menghadirkan kehidupan yang kuat dan masa depan pariwisata bahari yang lebih baik bagi kita semua,” katanya.
Dalam sesi materi, peserta memperoleh pemahaman mengenai karakteristik terumbu karang yang sehat, ancaman terhadap ekosistem laut, serta teknik dasar perawatan karang transplantasi menggunakan teknologi Biorock. Materi disampaikan oleh Pradnya Megasari bersama Product Manager Biorock Indonesia Site Pemuteran, Meri Kristina Pardede.
Selain penyampaian materi, panitia juga mengadakan kuis interaktif untuk mengukur pemahaman peserta. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata tingkat pemahaman mencapai 85 dari 100 pada sesi pertama dan 83 dari 100 pada sesi kedua.
Tidak hanya berfokus pada edukasi, Coral Talks juga memperkenalkan peluang keterlibatan masyarakat melalui program volunteer dan kemitraan bersama Biorock Indonesia. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya minat untuk berpartisipasi, dengan 15 peserta menyatakan tertarik bergabung sebagai volunteer dan 17 peserta berminat menjajaki program kemitraan usaha.
Diskusi berlangsung aktif ketika peserta mengajukan berbagai pertanyaan terkait peluang keterlibatan komunitas penyelam, termasuk bagi diver freelance yang ingin mendukung kegiatan konservasi. Biorock Indonesia menyampaikan bahwa peluang tersebut terbuka, dengan beberapa aspek teknis dan legalitas yang akan dibahas lebih lanjut sesuai kebutuhan program.
Menjelang akhir kegiatan, sebanyak 19 dari 20 peserta menyatakan bersedia dihubungi kembali untuk mengikuti kegiatan lanjutan, menunjukkan besarnya antusiasme komunitas terhadap program konservasi yang berkelanjutan.
Salah satu peserta, Noviaditta selaku staf Sea Rovers Dive Center, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru melalui Coral Talks.
“Kegiatan Coral Talks hari ini sangat bagus sekali. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa lebih banyak lagi diadakan. Hal yang paling menarik dari Coral Talks adalah mengenai cara menjaga terumbu karang. Selama ini kita tahu keindahan coral, tapi belum tahu bagaimana cara merawatnya, bagaimana membuat coral tetap hidup, dan ternyata memelihara serta menumbuhkan satu coral membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun,” ungkapnya.
Kesan serupa disampaikan I Ketut Sudarmawan atau Joe, Dive Guide Karang Divers Pemuteran. Menurutnya, Coral Talks menjadi wadah yang efektif untuk meningkatkan kepedulian para penyelam terhadap kondisi terumbu karang di wilayah Pemuteran.
“Coral Talks ini merupakan kegiatan yang sangat bagus, apalagi untuk para diver yang notabene tinggal di Pemuteran dan menjadi pelaku utama pemantauan karang di sini. Para diver juga sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Saya juga melihat sendiri saat para narasumber menjelaskan, peserta tetap fokus dan bisa memahami apa yang disampaikan,” tuturnya.
Melalui Coral Talks 2026, SheShells dan Biorock Indonesia berharap semakin banyak komunitas penyelam dan pelaku wisata bahari yang terlibat aktif dalam menjaga serta merawat terumbu karang. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, upaya restorasi tidak hanya berhenti pada pembangunan struktur bawah laut, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi kelestarian ekosistem laut dan keberlanjutan pariwisata bahari di Indonesia. (LE-VJ)







