Hadapi Pasar Bebas, Pemuda Buleleng Dituntut Tingkatkan Kompetensi Diri

Pj Bupati Lihadnyana saat membuka orientasi mahasiswa baru LPK Monarch Bali Singaraja, Senin. (Foto: Humas Pemkab Buleleng)

Singaraja, LenteraEsai.id – Penjabat (Pj) Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana menekankan warga masyarakat terutama para pemuda di Kabupaten Buleleng, Bali bagian utara untuk terus dapat meningkatkan kompetensi guna menghadapi era pasar bebas.

“Tingkatkan kompetensi diri agar bisa bersaing dengan orang dari dunia luar seperti saat mencari kerja. Karena pekerja di kita saat ini tidak hanya penduduk lokal namun juga dari luar negeri,” kata Pj Bupati Lihadnyana saat ditemui usai membuka Orientasi Mahasiswa Baru LPK Monarch Bali Singaraja di Gedung Mr I Gusti Ketut Pudja, Kawasan Pelabuhan Tua Buleleng, Senin (10/7/2023).

Bacaan Lainnya

Lihadnyana menjelaskan semua pihak khususnya pemuda di Buleleng harus mempersiapkan diri. Utamanya dalam era globalisasi dan pasar bebas ini. Di era ini, banyak orang bisa mencari kerja ke luar negeri dan orang luar juga bisa mencari pekerjaan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh karena itu, persiapan dengan matang sangat diperlukan. Tidak hanya kompetensi ataupun kemampuan dalam bekerja, tetapi juga disiplin, budaya atau etos kerja yang baik juga sangat diperlukan.

“Setelah itu, jangan pernah berhenti untuk belajar. Karena dengan belajar itulah kita bisa menguasai dunia. Kita bisa bersaing, bisa unggul. Kalau kita bodoh tidak ada yang melirik. Justru akan menjadi beban,” ucap Lihadnyana, menjelaskan. jelas dia.

Penjabat Bupati yang juga kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Bali itu menyebutkan lembaga-lembaga pendidikan kompetensi ataupun lembaga pelatihan kerja (LPK) saat ini sudah dilirik oleh masyarakat. Sudah menjadi lembaga yang sangat strategis. LPK menjadi pilihan karena menjamin masa depan mereka. Akan tetapi, bukan berarti lembaga pendidikan formal tidak menjamin masa depan. Tetapi, lembaga keterampilan seperti LPK ini lebih cepat menyalurkan ke dunia kerja dan pasar yang memang membutuhkannya.

“Saya harap LPK terus meningkatkan kualitas. Selain itu, LPK harus bertanggung jawab kepada lulusannya agar langsung diserap dunia kerja. Seperti misalnya langsung disalurkan ke agen yang dapat menyalurkan mereka,” sebut Lihadnyana, mengharapkan.

Mengenai tanggung jawab LPK kepada lulusan yang telah selesai menjalani pendidikan, Direktur LPK Monarch Bali Singaraja I Made Ngurah Wedana mengatakan, sejak awal LPK yang dipimpinnya sudah menyiapkan penyaluran para lulusan melalui beberapa agen. Penempatan juga sudah disiapkan. Kerja sama sudah dijalin antara agen yang legal dari Bali maupun luar Bali. Ini dilakukan karena LPK tidak boleh merekrut dan meyalurkan tenaga kerja sesuai dengan regulasi.

“LPK punya tiga program. Mendidik, melatih dan mensertifikasi. Kemudian, penempatan bekerja sama dengan agen. Untuk LPK kami, 80 persen lulusan sudah diasalurkan,” kata Ngurah Wedana, berbangga. (LE/Nom)

Pos terkait