Pasca-PMK Merebak, Pasar Hewan di Karangasem Ditutup

Kasus PMK pada hewan di Karangasem. (Foto: Dok LenteraEsai/Ami)

Karangasem, LeneteraEsai.id – Sejumlah pasar hewan di Kabupaten Karangasem, Bali bagian timur dinyatakan ditutup sejak hari ini, Selasa (5/7), hingga dua minggu ke depan.

Penutupan dilakukan petugas untuk mencegah semakin menularnya penyakit mulut dan kuku (PMK) yang belakangan ini telah terdeteksi menyerang hewan ternak milik penduduk di beberapa daerah di Kabupaten Karangasem.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Karangasem I Gede Loka Santika ketika dihubungi wartawan di Amlapura, membenarkan bahwa petugas telah melakukan penutupan terhadap operasional sejumlah pasar hewan di daerahnya.

“Ya, penutupan kami lakukan untuk mengantisipasi penyebaran PMK,” ujar Kadis Santika sembari mengungkapkan, ada 3 pasar hewan di Kabupaten Karangasem yang kini ditutup. Yaitu Pasar Hewan di Kecamatan Bebandem, Pasar Hewan Rubaya di Kecamatan Kubu, dan Pasar Hewan di Desa Pempatan, Kecamatan Rendang.

Sementara itu, pascaditemukannya kasus PMK, petugas kesehatan hewan terus melaksanakan penulusuran pada radius 10 kilometer dari beberapa lokasi ditemukannya hewan piaraan terjangkit PMK.

Lebih dari 100 ekor sapi yang didata petugas, kini dinyatakan suspek PMK, mulai dari kondisi bergejala ringan, seperti nafsu makan yang turun, sampai ke pase yang cukup berat, yakni mengeluarkan air liur yang berlebihan, ucapnya, menjelaskan.

Melihat gejala seperti itu, petugas mengimbau warga peternak untuk lebih berhati-hati dan waspada terhadap penularan PMK yang belakangan ini cukup merebak di sejumlah daerah, termasuk di wilayah Bali bagian timur. (LE-Ami) 

Pos terkait