Pameran Lukisan Bertema ‘The Art of Mother Earth’ karya Perupa AS, Digelar di Tuban

Pelukis asal Amerika Serikat, Yaari Rom, akan menggelar pameran lukisan karyanya mulai 6 Juli hingga 24 Juli 2022 di Park23 Gallery & Creative Hub, Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali (Foto: Dok LenteraEsai/Ima)

Tuban, LenteraEsai.id – Seiring makin melandainya pandemi Covid-19, pariwisata Bali sudah mulai menggeliat, ditandai dengan ramainya kedatangan wisatawan baik mancanegara maupun Nusantara. Event-event dan atraksi wisata pun sudah bangkit kembali di Pulau Dewata.

Salah satu kegiatan yang mendukung pariwisata Bali, yakni pameran lukisan. Pelukis asal Amerika Serikat (AS), Yaari Rom, akan menggelar pameran lukisan karyanya mulai 6 Juli hingga 24 Juli 2022 di Park23 Gallery & Creative Hub, Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung.

Bacaan Lainnya

Rencana gelaran pameran lukisan tunggal Yaari Rom itu dijelaskan dalam jumpa pers di Park23 Gallery dan Creative, Tuban pada Senin, 4 Juli 2022.  Kemunikasi kepada awak media massa itu dipandu Yuke Darmawan. Penjelasan diberikan langsung sang pelukis (Yaari Rom) dalam bahasa Inggris didampingi Ni Made Toya, manajemen eksekutifnya. Keterangan pelukis yang sudah kerapkali berpameran itu, diterjemahkan oleh Yuke Darmawan.

Dijelaskan, karya lukisan Yaari Rom bercorak ekspresionis transformatif. Keseluruhan materi pameran, yakni berupa puluhan lukisan bertema ‘The Art of Mother Earth’, dibuka untuk umum setiap hari dari pukul 12:00 hingga 20:00 Wita.

Yaari Rom mengatakan, inspirasi lukisannya bisa datang dari mana-mana. Dari keluarga, alam dan sebagainya. Ia fokus dalam berkarya tanpa memikirkan nilai jual lukisannya. Dirinya akan sangat senang kalau orang mampu dan puas menikmati lukisannya.

“Saya tidak pernah memikirkan soal harga lukisan saya. Melainkan fokus melukis. Saya sangat mencintai Bali,” katanya.

Hal itu dibenarkan Ni Made Toya, eksekutif manajemennya. Bahwa Yaari Rom kalau sedang melukis sangat total. Ia sangat berani bermain warna. Dapat disaksikan dalam puluhan buah lukisannya yang kini sudah terpajang di dinding Park23 Gallery & Creative Tuban.

Pelukis asal Amerika Serikat itu sudah 19 tahun bermukim di Bali. Sudah banyak karya-karya dan sering dipamerkan baik di Bali, Jakarta maupun di sejumlah negara. “Ia seniman serbabisa dan gampang diajak kerja sama,” papar Toya, seraya tersenyum lebar.

Yaari Rom yang bisa berbahasa Indonesia sedikit-sedikit itu, melukis sejak usia belia. Ia berasal dari keluarga pemikir yang kreatif. Yaari juga mengembangkan bakat seni pertunjukan dan mengekspresikan imajinasinya ke dalam cerita dongeng melalui media musik dan tari.

Menariknya, begitu menginjakkan kaki di Pulau Bali tahun 2003, Yaari merasa seperti pulang kembali ke rumah dengan keindahan pulau dan unsur spiritualitas budaya Bali yang menabjubkan. Diprakarsai oleh ibu dan teman-temannya yang sudah akrab dengan Bali, ia mendirikan studio pertamanya di Penestanan, Ubud.

Keindahan alam yang memikat menginspirasi dirinya untuk membagikan visinya dan menciptakan sekolah kecil untuk anak-anak lokal. Setelah bertahun-tahun membangun sekolah, ia tertarik pada pengembangan yang lebih besar, hingga kemudian memutuskan untuk pindah ke Seminyak, Kuta, Badung. Di situ ia membangun Yaari Toya Center kedua bersama Ni Made Toya. Dia banyak siswa dan terus mengembangkan pendidikan, bekerja sama dengan banyak LSM dan lembaga seni.

Terkait tema pameran dikatakan, melalui karya lukis dirinya mengambil peran untuk planet kita bersama. Yang lahir dari urgensi berbagai masalah lingkungan saat ini, serta didorong oleh niat positif yang kuat. Tekad untuk melindungi bumi lewat karya seni dijadikan sebagai bentuk perlawanan pada ketidakpedulian orang, sekaligus merefleksikan kebiasaan buruk kita di bidang lingkungan serta perilaku sosial. Yaari merasa bertanggung jawab sebagai seorang seniman sepanjang sejarah manusia.

“Karya ini merupakan gerakan untuk merayakan kesadaran kita, semua makhluk di muka bumi, untuk bersama-sama menciptakan perjalanan, tanggung jawab pada ibu pertiwi lewat inspirasi visual,” imbuh Ni Made Toya.

Yoke Darmawan menjelaskan, Park 23 Creative Hub sangat aktif mendukung pengembangan kreativitas seniman lokal Bali maupun internasional di Pulau Dewata. Kolaborasi baru dengan Yaari Rom, seniman internasional unik yang berbasis di Bali, bertujuan untuk memberikan inspirasi dan meningkatkan kesadaran untuk melindungi Bali, baik tanah majupun lautan lewat pesona ibu pertiwi dalam lukisan, ucapnya, menandaskan. (LE/Ima)

Pos terkait