Denpasar, LenteraEsai.id – Pemerintah Kota Denpasar melalui Bagian Hukum menghadirkan inovasi Karakter Animasi Sosialisasi Informasi Hukum untuk Masyarakat Sadar Hukum (Ksatria Sadhu) sebagai media edukasi hukum berbasis animasi yang menyasar masyarakat, khususnya anak-anak.
Kepala Bagian Hukum Kota Denpasar Ni Wayan Legi Sugiati Saputri di Denpasar, Kamis, mengatakan Ksatria Sadhu dihadirkan untuk membangun karakter generasi muda yang tidak saja taat hukum, tetapi juga memiliki sikap disiplin, tanggung jawab, mandiri, berani, percaya diri, dan berjiwa kepemimpinan.
“Dengan pendekatan yang dekat dengan dunia anak, pembelajaran hukum menjadi lebih menyenangkan dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, penyampaian berbagai kebijakan pemerintah dan produk hukum daerah melalui media animasi juga diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap regulasi yang berlaku,” ujarnya.
Inovasi tersebut dikembangkan untuk memperluas jangkauan penyuluhan hukum dengan pendekatan yang lebih menarik dan mudah dipahami. Melalui film animasi, berbagai materi hukum disampaikan dengan alur cerita sederhana sehingga mampu menanamkan nilai-nilai kesadaran hukum sejak usia dini.
Ksatria Sadhu merupakan gagasan yang lahir pada 2025 saat Bagian Hukum Kota Denpasar dipimpin Komang Lestari Kusuma Dewi. Program ini berangkat dari pemikiran bahwa pendidikan hukum akan lebih efektif apabila diperkenalkan sejak anak-anak melalui media yang sesuai dengan perkembangan mereka.
Seiring perkembangannya, fungsi Ksatria Sadhu tidak hanya sebagai sarana edukasi hukum bagi anak-anak, tetapi juga menjadi media penyebarluasan berbagai kebijakan Pemerintah Kota Denpasar serta produk hukum daerah kepada masyarakat.
Melalui penyajian yang ringan dan komunikatif, animasi tersebut mengangkat beragam isu strategis, mulai dari pengelolaan sampah, ketertiban umum, perlindungan anak hingga kebijakan daerah lainnya agar lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Implementasi Ksatria Sadhu telah diperkenalkan kepada siswa di sejumlah sekolah dasar di Kota Denpasar, di antaranya SDN 5 Pedungan, SDN 5 Ubung, SDN 6 Sumerta, dan SDN 5 Padangsambian.
Kehadiran karakter animasi tersebut mendapat respons positif dari para siswa karena menghadirkan pengalaman belajar yang edukatif dan menyenangkan.
Selain melalui kegiatan di sekolah, film animasi Ksatria Sadhu juga dapat diakses masyarakat melalui website JDIH Kota Denpasar serta berbagai kanal media sosial resmi JDIH Kota Denpasar sehingga penyebarluasan informasi hukum dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Pemkot Denpasar berharap inovasi berbasis digital tersebut dapat memperkuat budaya sadar hukum di tengah masyarakat sekaligus menjadi media penyampaian informasi kebijakan daerah yang efektif.
Melalui Ksatria Sadhu, Pemerintah Kota Denpasar optimistis dapat membangun generasi muda yang memahami pentingnya hukum sebagai fondasi terciptanya masyarakat yang tertib, berintegritas, dan berbudaya hukum. (LE)
Source: ANTARA







