Denpasar, LenteraEsai.id – Fakultas Pertanian Universitas Udayana (FP Unud) menggelar International Sharing Discussion dengan tema ‘Sustainable Food System: Learning from Global’ secara hybrid (daring dan luring) pada Kamis (2/6), bertempat di Ruang Sidang Fakutas Pertanian Unud Gedung Agrokomplek Denpasar.
Diskusi internasional ini diawali dengan sambutan oleh Dekan Fakultas Pertanian Udayana Dr Ir I Nyoman Gede Ustriyana MM yang menyampaikan ucapan terima kasih kepada pembicara dan partisipan yang sudah hadir pada kegiatan kali ini. “Harapannya kegiatan ini dapat memberikan manfaat khususnya dalam dunia pertanian,” ujarnya.
Kegiatan ini menghadirkan dua pembicara yaitu Prof Patrick van Damme PhD yang berasal dari Czech Agrotechnical University, dan Sidi Rana Manggala PhD dari Ghent University, Belgia. Bertindak selaku moderator, Prof Ir IGA Sri Agung MRurSc PhD.
Pembicara pertama, Prof Patrick memaparkan tentang pangan berkelanjutan khususnya tanaman kakao, mulai dari budidaya sampai pascapanen. Produksi tanaman kakao tertinggi adalah di Afrika dan kedua di Ghana, namun dengan sistem yang belum maksimal.
“Dengan sistem yang maksimal akan dapat meningkatkan produksi tanaman kakao. Karena dalam pengembangan kakao saat ini sangat dipengaruhi oleh perubahan iklim,” ungkap Prof Patrick.
Untuk menjaga dan meningkatkan produksi kakao, menurut Prof Patrick, dapat dilakukan dengan memanajemen sistem, seperti: reduction of wind speed, reduction in fruit abortion, protection against windborne spores of fungal, maintenance of soil fertility, reduction of excessive vegetative growth, reduction of nutritional imbalances and dieback, etc.
“Salah satu penyebab ketidakpuasan petani dan kemiskinan adalah lebih dari 90% kakao diproduksi oleh petani kecil (memiliki kurang dari 5 hektar lahan dengan rata-rata 3 hektar). Sumber pendapatan utama bagi 4,5 juta keluarga petani, dan secara global 14 juta orang bekerja di pertanian kakao. Di Afrika Barat sendiri, 58% petani kakao tidak memiliki mata pencaharian, sehingga tidak memiliki pemasukan,” jelas Profesor asal Czech Agrotechnical University tersebut.
Dengan semakin menurunnya produksi kakao yang mampu dihasilkan oleh petani akibat dari perubahan iklim, berdampak pada penghasilan petani yang ikut menurun. Sehingga perlu adanya teknologi atau sistem pengelolaan dalam budidaya kakao yang lebih maksimal, ujar Prof Patrick di akhir sesi penyampaian diskusi.
Selanjutnya, Sidi Rana Manggala PhD memaparkan materi dengan topik ‘Toward a Global Sustainable Food System’. Dr Sidi menjelaskan bahwa untuk menjaga pangan atau pangan berkelanjutan adalah dengan menjaga ekosistem yang ada. Dalam hal ini, ekosistem yang dimaksud adalah energi, tanah, dan air.
“Ketika ekosistem mampu dijaga akan menghasilkan matrik yang kompleks dengan berbagai manfaat yang dihasilkan, seperti menghasilkan produk yang berkualitas namun tetap menjaga kuantitas untuk memenuhi kebutuhan pasar, serta akan menjadikan petani memiliki penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya” jelas Dr Sidi.
Dr Sidi turut mengimbau bahwa untuk menjaga ekosistem tetap seimbang, hal terkecil yang bisa dilakukan adalah dengan meminimalisir frekuensi food waste, yaitu dengan mengkonsumsi makanan yang sesuai dengan kebutuhan, bukan sesuai keinginan. (LE-DP)
Sumber: www.unud.ac.id







