Denpasar, LenteraEsai.id – Semangat mewujudkan generasi sehat dan lingkungan bebas asap rokok menggema dalam peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia atau World No Tobacco Day (WNTD) 2026 yang digelar melalui kegiatan Smoke-Free Fun Walk dan senam sehat di pelataran barat Monumen Bajra Sandhi, Renon, Denpasar, Minggu (//6/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Udayana Central bersama Pemerintah Kota Denpasar tersebut dihadiri jajaran pemerintah daerah, tenaga kesehatan, unsur pendidikan, organisasi profesi, serta berbagai elemen masyarakat yang menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pengendalian konsumsi tembakau.
Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, mengatakan peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat kesadaran dan aksi nyata dalam menciptakan lingkungan yang sehat bagi masyarakat.
“Melalui momentum ini, kita ingin meneguhkan komitmen bersama untuk menjadikan Denpasar sebagai kota yang sehat dengan memperluas kawasan tanpa rokok di berbagai ruang publik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Denpasar terus mendorong implementasi inovasi Denpasar Sehat Tanpa Asap Rokok (DESTAR) sebagai upaya mengajak seluruh komponen masyarakat berpartisipasi aktif dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari paparan asap rokok.
Menurutnya, Pemkot Denpasar juga telah memiliki regulasi mengenai Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang akan terus diperkuat agar implementasinya semakin efektif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Lebih lanjut, Eddy Mulya mengungkapkan bahwa pada tahun ini Pemkot Denpasar bersama Udayana Central akan memperluas sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Majelis Desa Adat, sekolah, Forum Komunikasi Umat Beragama, serta komunitas masyarakat lainnya untuk menggerakkan kampanye kawasan tanpa rokok secara lebih masif.
“Harapan kami, peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia ini menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat untuk melahirkan generasi yang sehat, tangguh, dan siap menyongsong masa depan dengan mengurangi bahkan menghilangkan paparan asap rokok,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr. Anak Agung Ayu Agung Candrawati, M.Kes., menegaskan dukungan penuh terhadap upaya menciptakan Kota Denpasar yang bebas asap rokok, terutama melalui penguatan kawasan tanpa rokok di berbagai fasilitas publik.
“Kami berharap generasi muda tumbuh lebih sehat dan terhindar dari kebiasaan merokok sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Udayana Central, dr. Putu Ayu Swandewi Astuti, MPH., Ph.D., menekankan bahwa Hari Tanpa Tembakau Sedunia menjadi pengingat penting akan perlunya pengendalian perilaku merokok, khususnya di kalangan remaja.
Menurutnya, salah satu langkah strategis yang perlu dilakukan adalah mencegah munculnya perokok pemula dengan membatasi berbagai bentuk promosi, iklan, dan sponsor produk tembakau yang dapat memengaruhi generasi muda.
“Kita ingin menciptakan generasi yang lebih sehat dengan memperkuat edukasi dan mencegah berbagai bentuk ajakan yang mendorong anak-anak dan remaja untuk mulai merokok,” jelasnya.
Senada dengan itu, Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Pengurus Daerah Bali, Ni Made Dian Kurniasari, SKM., MPH., mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan.
Ia mengingatkan bahwa berbagai produk tembakau, termasuk rokok elektronik atau vape, tetap mengandung risiko kecanduan dan dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan serius.
“Jangan mudah terpengaruh oleh tren, citra, atau klaim yang membuat rokok terlihat menarik. Yang terpenting adalah menjaga kesehatan diri dan berani mengatakan tidak terhadap rokok maupun vape,” tegasnya.
Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang diprakarsai Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejak 1987 ini menjadi pengingat bahwa upaya pengendalian tembakau membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Melalui langkah bersama pemerintah, akademisi, tenaga kesehatan, komunitas, dan masyarakat, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih sehat serta generasi masa depan yang terbebas dari ancaman bahaya rokok. (LE-Vivi)







