Angin Kencang Terjang 34 Rumah Penduduk di Banten, Pohon Bertumbangan

Hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang melanda dua desa, yakni Desa Sukatani dan Desa Leuwi Limus di Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten (Foto: Dok Humas BNPB)

Banten, LenteraEsai.id – Datangnya bencana alam sering tidak terduga sebelumnya. Kali ini, di saat suasana relatif tenang, tiba-tiba muncul angin kencang menyapu puluhan rumah penduduk dan menumbangkan sejumlah pepohonan di wilayah Serang, Provinsi Banten.

Sedikitnya 34 rumah penduduk mengalami kerusakan setelah diterjang angin yang berhembus kencang pada Minggu (15/5) siang sekitar pukul 14.30 WIB, bersamaan dengan turunnya hujan yang cukup deras. Namun demikian, bencama tersebut tidak dilaporkan merenggut korban jiwa maupun luka-luka.

Bacaan Lainnya

“Sebanyak 34 rumah rusak setelah hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang melanda dua desa, yakni Desa Sukatani dan Desa Leuwi Limus di Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten,” kata Abdul Muhari PhD selaku Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB melalui rilis pada media massa, Senin (16/5).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang disebutkan segera melakukan kaji cepat di lapangan. Hasil pendataan sementara, diketahui sebanyak 34 rumah dan 3 unit fasilitas pendidikan terdampak, serta sejumlah pohon yang berukuran cukup besar bertumbangan.

Sebagai upaya penanganan tanggap darurat, BPBD Kabupaten Serang telah turun ke lokasi kejadian melakukan assessmen untuk mendukung pemenuhan kebutuhan warga terdampak. Selain itu, BPBD dan tim gabungan juga mempersiapkan upaya pembersihan material reruntuhan rumah, berkoordinasi dengan lintas lembaga setempat guna mendukung percepatan rekonstruksi rumah-rumah penduduk yang rusak, ujarnya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca harian untuk Provinsi Banten yang didominasi cuaca berawan, berawan tebal, dan hujan sedang pada 16 Mei 2022. Sementara pada 17 Mei 2022 disebutkan berawan dan cerah berawan. Kajian inaRisk juga menunjukan bahwa Provinsi Banten memiliki potensi bahaya cuaca ekstrem pada tingkat sedang hingga tinggi.

Menyikapi hal tersebut, pihak BNPB mengimbau seluruh komponen pemangku kebijakan di daerah dan masyarakat agar dapat mengantisipasi adanya potensi bencana yang dipicu oleh faktor cuaca tersebut.

Guna mengantisipasi adanya kembali pepohonan yang tumbang, BNPB mengingatkan perlunya dilakukan pemangkasan secara berkala terhadap cabang, batang dan ranting pepohonan yang terlalu rindang, terlebih yang berada di dekat rumah warga maupun dalam jalur kabel listrik dan jaringan telekomunikasi. (LE-BT) 

Pos terkait