Gianyar, LenteraEsai.id – Acara Yoga Damai yang digelar secara virtual oleh Komunitas Gema Perdamaian (GP) dalam rangka giat Gema Perdamaian ke-19 tahun 2021, berlangsung dengan sangat meriah.
Acara yang dipandu oleh dr Laksmi Duarsa Sp KK dan dilangsungkan pada Minggu. 12 September 2021 itu, dihadiri 135 peserta dari 31 kota di seluruh Indonesia.
Ketua Panitia GP XIX, I Made Perwira Duta SS CHA mengaku bangga karena para peserta sangat antusias mengikuti Yoga Damai yang digelarnya. “Kami sangat bersyukur dan bangga karena semua peserta sangat antusias mengikuti acara Yoga Damai ini, terlebih teman-teman hadir dari 31 kota dari seluruh Indonesia,” ujarnya.
Made Perwira Duta mengatakan, kalau saja Menteri Pemuda dan Olahraga dan Menteri Kesehatan melihat potensi ini, maka antrian di rumah sakit di seluruh Indonesia bisa dikurangi dan beban APBN untuk membangun fasilitas kesehatan bisa dialihkan untuk membangun fasilitas pencegahan penyakit berupa pusat kebugaran masyarakat, yang salah satunya adalah kegiatan beryoga.
Bisa dibayangkan, lanjut Perwira Duta, triliunan rupiah uang APBN bisa dihemat karena semua orang Indonesia sehat akibat melakukan yoga. Faktanya, saat ini pasien antri di RS dengan berbagai keluhan, antara lain mengaku menderita 5 besar penyakit ranking atas di Indonesia seperti Diabetes, Jantung, Stroke, Kolesterol dan Hipertensi.
Sehubungan dengan besarnya manfaat yoga bagi kesehatan, maka Perwira Duta mengajak para peserta untuk membentuk komunitas yoga, sehingga mendapat bimbingan secara rutin dari master-master yoga dari Pasraman Bali Eling Spirit. “Jika nanti situasi sudah baik dan pandemi Covid-19 sudah hilang, saya ingin mengajak teman-teman berlatih yoga langsung ke Pasraman Bali Eling Spirit di Gianyar, Bali, sekaligus reunian,” ajak pria yang juga Ketua Divisi Pawongan, Paiketan Krama Bali itu.
Yoga damai ini dibimbing oleh Master Yoga, Jro Ratni dari Pasraman Bali Eling Spirit. Jro Ratni adalah praktisi dan coach yoga yang telah dikenal luas oleh para penekun yoga, baik di Bali maupun luar Bali dan sudah mendapatkan berbagai penghargaan dan sertifikat kepelatihan yoga. Jro Ratni mengaku senang mendapat kesempatan berbagi sambil belajar bersama. Ia bersama tim yoga dari Pasraman Bali Eling Spirit memandu para peserta dari sebuah hotel di Ubud selama 2 jam.
Dengan sabar dan telaten, Jro Ratni memandu para peserta melakukan berbagai gerakan yoga dan diikuti oleh para peserta sambil menjelaskan manfaat masing-masing gerakan bagi kesehatan tubuh. “Jika teman-teman mau berlatih secara rutin, saya yakin akan bisa merasakan manfaat yoga bagi kesehataan bahkan bisa hidup sehat sampai usia tua. Banyak penyakit akibat stress dan tekanan hidup akan mengendap di bagian tertentu dari tubuh dan jika dibiarkan maka akan menjadi penyakit fisik yang parah. Yoga dengan gerakan-gerakan khususnya akan mampu merelaksasi otot- otot yang tegang dan terganggu” ujar Jro Ratni.
Panitia memilih tiga peserta terbaik dan tiga penanya terbaik untuk mendapat doorprize dari Panitia Gema Perdamaian. Tiga peserta terbaik dipilih berdasarkan kategori (1) Keseriusan mengikuti yoga; (2) Gerakannya benar; (3) Kelenturan tubuhnya; dan (4) Keserasian antara aba-aba dengan gerakan.
Tiga peserta terbaik yang terpilih adalah (1) Gayatri dari Kediri Jawa Timur; (2) Shellen Setiawan dari Tangerang dan (3) Popi Noviyanti dari Jalan Raya Legian 480 Kuta, Bali. Mereka mendapatkan Yoga Mat, T-Shirt dan Mug GP. Sedangkan penanya terbaik adalah: (1) Cipta Dewi (Sukawati, Gianyar); (2) Jesita (Bekasi); dan (3) Sitaresmi (Jakarta). Mereka mendapatkan Buku, T-Shirt dan Mug GP. (LE-GN)







