Jombang, LenteraEsai.id – Pandemi Covid-19 tidak lantas melantakkan asa dan harapan semua orang. Seorang Tracy Tania terbukti mampu bangkit dari keterpurukan situasi dan mampu memupuk optimisme hingga mendulang sukses dengan menjadi YouTuber, yang mampu membius penonton dengan sajian kisah-kisah kriminal berdasarkan kisah nyata yang terjadi di berbagai negara.
Ketika dikonfirmasi baru-baru ini, wanita kelahiran Jombang, Jawa Timur ini mengisahkan telah membangun channel YouTube sesuai namanya ‘Tracy Tania’ sejak Agustus 2020. Mulanya, ia mengaku iseng-iseng saja, dikarenakan tidak ada aktivitas sejak pandemi melanda dunia. Apalagi usaha kafe yang sempat digelutinya, menjadi ambruk karena terkena dampak pandemi.
“Ketimbang tidak melakukan apa-apa, saya coba membangun channel YouTube. Awalnya dipertanyakan keluarga, apa-apaan bikin channel YouTube segala? Memang dapat penghasilan? Begitu dipertanyakan keluarga, tapi saya terus saja jalan karena memang kebetulan kalau mau tidur, suka dengerin channel YouTube Detective Aldo, Umbra Skull dan Hanifa. Saya pikir, kalau mereka bisa .. masa saya tidak mampu bikin channel serupa?” ujarnya mempertanyakan.
Sejak awal, Tracy sengaja membidik kisah kriminal, karena background pendidikannya memang adalah kuliah di jurusan hukum. Akhirnya, dengan modal nekat inilah, Tracy mulai mencoba meramu video dengan sajian kriminal. “Jangan kira channel saya langsung bisa diterima … ya ampuunnn … awal-awal meluncurkan video, tidak sedikit hujatan karena memang masih ada berbagai kekurangan di video. Saya akui, dari teknik editing, penyajian bahasa, atau cara menyampaikan serta intonasi kaku, pokoknya masih banyak kekurangan karena memang saya tanpa bimbingan tapi langsung jalan. Kritik atau bully pun banyak saya temui di kolom komentar, tapi dari sinilah saya justru tertantang untuk memperbaiki diri. Saya tidak mau menyerah,” kata wanita kelahiran 11 Maret 1989 ini.
Tracy kemudian memutuskan memanggil guru bahasa agar mengajarinya menyusun tata bahasa supaya naskah yang digunakan dapat diterima dengan mudah oleh penonton. Selain itu, ia juga mencoba belajar cara penyampaian story telling agar dapat bercerita dengan lancar sekaligus membuat penonton betah mendengar materi yang dikisahkannya.
Ketekunan Tracy akhirnya membuat kualitas videonya menjadi lebih baik. Jumlah subscriber-nya perlahan bertambah dan tidak ada lagi bully atau kritikan yang dahulu banyak dijumpai di kolom komentar. Bahkan saking betahnya penonton untuk menikmati video tayangan Tracy, akhirnya jika dahulu ia upload seminggu tiga kali, akhirnya bertambah jadi empat kali.
“Syukur sejak monetisasi pada November 2020, kini channel saya akhirnya mampu memberikan penghasilan, sehingga kini telah memiliki tim yang terdiri dari 4 orang. Ada yang khusus untuk riset kasus. Penghasilan sebulan rata-rata Rp 20-30 juta,” kata Tracy dengan nada rendah hati.
Mengenai ritme kerja, Tracy mengatakan sengaja menerapkan disiplin kerja yang ketat agar produksi video tidak keteteran. “Mulai kerja pukul 11.00 WIB sampai subuh pukul 05.00 WIB. Begitu tiap hari dari Senin sampai Sabtu, makanya kalau hari Minggu benar-benar untuk balas dendam tidur atau waktu bersantai bersama keluarga,” ucapnya.
Kebersamaan dengan keluarga menjadi salah satu cara untuk merekatkan diri antar-anggota keluarga, sehingga Tracy benar-benar memanfaatkan waktu di hari Minggu untuk refreshing. Apalagi ibunya tengah sakit kanker, kakaknya adalah seorang down syndrome, dan dua orang keponakannya kini dalam tanggungannya. Tidak heran dengan bekerja sebagai YouTuber ini, membuat Tracy bersyukur bisa tetap berkarya tanpa meninggalkan rumah.
Kepada YouTuber pemula, Tracy berpesan agar bersikap pantang menyerah, karena untuk berhasil di suatu bidang, memang memerlukan proses, kerja keras dan konsisten. Lawan rasa jenuh dan tetaplah bersikap teguh serta tidak henti belajar agar mampu berkarya lebih baik. “Gak perduli berapa orang yang nonton, terus aja berkarya.
Lakuin semuanya dengan baik dan semaksimal mungkin yang kalian bisa, karena kita gak pernah tau video mana yang akan bikin channel kita meledak. Coba kalau dulu saya menyerah saat dibully, mungkin tidak akan pernah sampai di titik sekarang,” katanya. (LE-JB)







