Denpasar, LenteraEsai.id – Gempa bumi tektonik berkekuatan M=3,6 mengguncang wilayah Kabupaten Buleleng, Bali bagian utara pada Kamis pagi, 5 Agustus 2021 pukul 07:46:50 Wita.
Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa episenter gempa terletak pada koordinat 8,12° LS ; 115,23° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 15 km arah tenggara Kabupaten Buleleng pada kedalaman 10 km.
Kepala Balai Besar BMKG Wilayah III Denpasar Agus Wahyu Raharjo MP mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal aktif.
Berdasarkan informasi dari masyarakat gempa bumi ini dirasakan di wilayah Buleleng, Kintamani dan Karangasem sebesar III MMI, yakni getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.
Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan gempa bumi tektonik ini tidak berpotensi tsunami.
Hasil monitoring BMKG hingga pukul 08:09 Wita belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock), katanya.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Hindari bangunan yang retak atau rusak akibat guncangan gempa.
Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah.
Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg, kata Agus Wahyu. (LE-BL)







