Peringati Hari Baden Powell ke-164, Ketua Kwarda Bali Ajak Pramuka Bangun ‘Sense of Crisis’

Denpasar, LenteraEsai.id – “A Scout smiles and whistles under all circumstances. Seorang Pramuka tidak pernah terkejut; dia tahu apa yang harus dilakukan ketika sesuatu yang tak terduga terjadi,” demikian pesan bijak yang pernah disampaikan Baden Powell, bapak kepanduan se-dunia.

Pesan tersebut dianggap masih sangat relevan dikaitkan dengan kondisi yang terjadi saat ini, di mana Presiden Joko Widodo telah menetapkan Covid-19 sebagai bencana nasional.

Bacaan Lainnya

Dalam memperingati Hari Baden Powell ke-164 di tengah kondisi darurat saat ini, seorang Pramuka dituntut untuk tanggap dan memiliki kepedulian serta sense of crisis yaitu kepekaan, kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Seorang pramuka harus bergerak tanpa menunggu perintah, ikut serta dalam upaya penanganan dan memutus rantai penyebaran Covid-19, kata Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bali I Made Rentin, saat ditemui di Denpasar pada Minggu (21/2).

Ia menywebutkan, Pramuka sebagai Duta Perubahan Perilaku adalah wujud langkah nyata dari Pramuka. Turun dan turba ke tengah-tengah masyarakat untuk melakukan KIE (komunikasi informasi dan edukasi) tentang penerapan protokol kesehatan di masa pendemi.

“Perjuangan kita masih panjang, jangan pernah lelah terus berkarya dan membantu pemerintah dalam penanganan Covid-19,” ujar Made Rentin yang juga menjabat sebagai Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali.

Lebih lanjut Kak Made Rentin, sapaan akrabnya. mengungkapkan bahwa Gerakan Pramuka sebagai Lembaga Pendidikan Non Formal di luar sekolah dan di luar keluarga, memiliki sistem pendidikan yang sangat holistik dengan Dasa Darma dan Tri Satya. Selain itu, Pramuka juga turut melaksanakan pembinaan karakter bagi generasi muda.

Dari pembinaan itu, kegiatan Pramuka diharapkan dapat mewujudkan generasi muda yang lebih tangguh dan maju sebagai calon-calon pemimpin bangsa di masa yang akan datang. Dengan demikian, Gerakan Pramuka diharapkan dapat ikut berperan dalam mewujudkan program pembangunan di Daerah Bali, ucapnya.

Seperti diketahui bersama, dalam Gerakan Pramuka dikenal seorang tokoh benama Rober Baden Powell atau juga disebut Baron Baden Powell atau Lord Baden Powell. Perwira militer Inggeris berpangkat Letnan Satu yang wafat 1941 tersebut, adalah pendiri Gerakan Kepanduan yang di Indonesia kini disebut Gerakan Pramuka.

“Pemerintah telah mempercayakan pendidikan karakter generasi muda kita kepada Gerakan Pramuka dengan telah ditetapkannya Undang Undang Nomor 12 tahun 2010 dan PP Nomor 63 tahun 2013, di mana Pendidikan Kepramukaan merupakan Kurikulum Ekstra Wajib di semua jenjang pendidikan dari sekolah dasar (SD), SMP dan SMA/SMK,” kata Kak Made Rentin.

Menurut Kak Made Rentin, hal ini disebabkan karena Gerakan Pramuka merupakan organisasi yang solid mulai dari tingkat desa (Gugus Depan) tingkat kecamatan (Kwartir Ranting), kabupaten (Kwartir Cabang), provinsi (Kwartir Daerah) hingga ke tingkat pusat (Kwartir Nasional), dan Presiden RI sebagai Ketua Majelis Pembimbing Nasional (Mabinas) Gerakan Pramuka.

“Untuk itu saya berharap dalam memperingati Hari Baden Powell ke-164 ini Pramuka mampu meneladani hidup dan menghayati pesan-pesan Lord Robert Baden Powell dalam setiap aktivitas yang dilaksanakan sebagai seorang Pramuka. Perjalanan hidup Bapak Pandu Sedunia dan warisan nilai-nilai dalam aktivitas kepramukaan wajib kita hayati dan laksanakan sebagai seorang Pramuka,” katanya.

Salah satu pesan Baden Powel yang selalu menjadi pedoman adalah, Pramuka harus menyiapkan diri untuk menjadi warga negara yang baik bagi negaranya dan dunia. Untuk saat ini, Made Rentin berpesan agar selalu menjadi teladan dalam penerapan 6M (Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan, Mengurangi Bepergian Meningkatkan Imun, dan Mentaati Aturan). “Kebahagiaan dan kemanusiaan menjadi teladan untuk kita semua,” ujarnya, menandaskan.  (LE-DP1)

Pos terkait