LPK Darma Siapkan Transisi Regulasi Magang 2027, 42 Kandidat Bali Diseleksi Langsung Perusahaan Jepang

LPK Darma
Direktur LPK Darma, Mega Devia In Baliani sehabis memberikan keterangan pada media di Denpasar, Selasa (23/6/2026) - (Foto: Dok LenteraEsai)

Denpasar, LenteraEsai.id – Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Darma terus memperluas peluang kerja ke Jepang bagi generasi muda Indonesia. Selain menjadi lembaga resmi pengirim tenaga kerja magang (Sending Organization/SO) yang diakui pemerintah Indonesia, LPK Darma juga mulai mempersiapkan diri menghadapi perubahan regulasi program magang yang akan diberlakukan Pemerintah Jepang mulai tahun 2027.

Direktur LPK Darma, Mega Devia In Baliani, menjelaskan bahwa sistem magang konvensional (Kenshuusei) akan dihapus dan digantikan dengan sistem baru bernama Ikusei Shouro.

Bacaan Lainnya

Menurut Mega, perubahan mendasar dalam sistem baru tersebut adalah adanya fleksibilitas yang lebih besar bagi para pekerja. Jika selama ini peserta magang diwajibkan bertahan di satu perusahaan selama masa kontrak tiga tahun, maka melalui sistem Ikusei Shouro pekerja yang telah menyelesaikan satu tahun masa kerja diperbolehkan mengajukan perpindahan perusahaan maupun bidang pekerjaan.

“Untuk sistem magang yang sekarang, pengiriman terakhir kami akan dilakukan pada September 2026. Setelah itu, mulai tahun 2027 kami akan mengikuti regulasi baru dari Pemerintah Jepang. Bagi peserta yang sudah berangkat menggunakan visa magang saat ini tetap akan menyelesaikan kontrak tiga tahunnya, dan proses transisi nantinya akan dibantu oleh lembaga penerima di Jepang,” ujar Mega saat ditemui di Denpasar, Selasa (23/6/2026).

Pada kesempatan yang sama, LPK Darma juga menerima kunjungan perwakilan perusahaan serta Accepting Organization (Kumiai) baru dari Jepang yang melakukan proses wawancara langsung terhadap puluhan calon peserta magang.

Mega menjelaskan, kerja sama tersebut merupakan angkatan perdana yang difokuskan pada sektor pengolahan daging. Sebanyak 42 kandidat mengikuti proses seleksi dan nantinya akan dipilih 12 orang terbaik untuk ditempatkan di Prefektur Ibaraki, Jepang.

“Hari ini kami mengundang perwakilan perusahaan dan mitra baru dari Jepang untuk mewawancarai langsung para kandidat. Dari 42 peserta yang mengikuti seleksi, nantinya akan dipilih 12 orang untuk bekerja di Ibaraki,” katanya.

Persyaratan Mudah, Gaji Menarik

LPK Darma membuka kesempatan bagi masyarakat umum, tidak hanya bagi peserta didik internal. Lembaga ini juga bekerja sama dengan sejumlah LPK penyangga dari luar Bali, termasuk Jawa dan Lombok.

Untuk program magang Jepang, syarat yang dibutuhkan relatif terjangkau bagi lulusan baru. Kandidat harus berusia minimal 18 tahun dan maksimal 30 tahun, dengan pendidikan minimal SMA/SMK sederajat serta memiliki kemampuan dasar bahasa Jepang.

Peserta yang lolos seleksi akan menjalani kontrak kerja selama tiga tahun dengan kisaran gaji bersih (take-home pay) antara Rp18 juta hingga Rp20 juta per bulan.

Biaya Transparan dan Bisa Dicicil

Mega menegaskan bahwa biaya keberangkatan yang diterapkan LPK Darma sebesar Rp37,5 juta bersifat all in, sehingga peserta tidak perlu khawatir terhadap biaya tambahan yang tidak jelas.

Biaya tersebut mencakup pemeriksaan kesehatan (medical check-up), pengurusan visa dan paspor, biaya asrama, pendidikan dan pelatihan selama di Indonesia, hingga uang makan selama masa pelatihan.

Untuk membantu peserta, LPK Darma juga menyediakan skema pembayaran dua tahap. Bahkan bagi peserta yang membutuhkan dukungan pembiayaan, tersedia fasilitas dana talangan melalui kerja sama dengan koperasi mitra.

Seleksi Ketat dan Perlindungan Pekerja Terjamin

Dalam proses seleksi, perusahaan Jepang menilai berbagai aspek, mulai dari kemampuan percakapan dasar bahasa Jepang, kemampuan memperkenalkan diri (jikoshoukai), sikap, ketegasan, hingga kualitas pelafalan bahasa Jepang. Isi curriculum vitae (CV) dan angket kepribadian peserta juga menjadi bahan pertimbangan penting.

Menanggapi maraknya kasus penipuan berkedok penyaluran kerja ke luar negeri, Mega menegaskan bahwa LPK Darma telah mengantongi izin resmi sebagai Sending Organization dari Kementerian Ketenagakerjaan RI dan legalitasnya dapat diverifikasi langsung oleh masyarakat.

Selain itu, peserta juga mendapatkan perlindungan selama bekerja di Jepang. Apabila terjadi kecelakaan kerja atau kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan medis serius, seluruh proses akan ditangani oleh pihak Kumiai dan perusahaan Jepang sesuai ketentuan yang berlaku.

Jika pekerja mengalami kondisi kesehatan yang membuatnya tidak dapat melanjutkan pekerjaan, proses pemulangan ke Indonesia juga akan difasilitasi oleh pihak perusahaan.

Sejak berdiri sebagai lembaga pengirim resmi pada 2018, LPK Darma telah memberangkatkan sekitar 450 tenaga kerja ke berbagai wilayah Jepang, seperti Ibaraki, Osaka, Kyoto, Fukuoka hingga Sapporo. Bidang pekerjaan yang tersedia meliputi konstruksi, pertanian, pengolahan makanan, pabrik nasi, hingga industri restoran.

Mandiri Finansial

Salah satu peserta seleksi, Ahmad I. Aprilian (21), asal Banyuwangi, Jawa Timur, mengaku sengaja datang ke Bali untuk mengikuti proses wawancara. Lulusan SMA tersebut telah mempersiapkan diri dengan mengikuti pelatihan bahasa Jepang selama tujuh bulan di daerah asalnya.

“Motivasi saya ke Jepang untuk mencari pengalaman baru, melatih kemandirian finansial, sekaligus memperoleh penghasilan sendiri. Keluarga sangat mendukung dan saya merasa sudah siap secara mental maupun kemampuan,” ujarnya.

Ahmad mengaku optimistis menghadapi tantangan pekerjaan di sektor pengolahan daging dan berharap dapat lolos seleksi sehingga bisa mewujudkan impiannya bekerja di Jepang.

Dengan hadirnya peluang kerja dan program magang yang semakin terbuka, LPK Darma berharap dapat terus menjadi jembatan bagi generasi muda Indonesia untuk memperoleh pengalaman internasional, meningkatkan kompetensi, serta membangun kemandirian ekonomi melalui dunia kerja di Jepang. (LE-003)

Pos terkait