Panglima TNI dan Kapolri Pantau Pasar Badung dan Kumbasari 

Denpasar, LenteraEsai.id – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memantau penerapan protokol kesehatan (Prokes) di Pasar Kumbasari dan Pasar Badung di Denpasar, Kamis (4/2) siang.

Keduanya datang dengan didampingi Gubernur Bali Wayan Koster dan beberapa pejabat teras di jajaran Kodam IX/Udayana dan Polda Bali.

Bacaan Lainnya

Setelah sekitar 15 menit memantau kedua pasar, Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan, kedatangannya berkunjung bersama Kapolri kali ini adalah untuk melihat secara langsung aktivitas di kedua pasar. Keduanya ingin mengetahui penerapan prokes di kedua pasar tradisional terbesar di Kota Denpasar itu.

Ternyata dari hasil pemantauan, penerapan prokesnya sudah sangat bagus. Prosedur masuk pasar diawasi oleh petugas Satgas Covid-19. Pengunjung pasar wajib pakai masker. Ada tempat cuci tangan. Jumlah pengunjung masuk pasar dibatasi. Selain itu antara pembeli dan pedagang ada sekat pembatas.

Artinya penerapan tiga M (mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker) di kedua pasar itu berjalan sesuai dengan prosedur. Meski sudah dinilai bagus, Panglima tetap meminta kepada masyarakat atau pengunjung pasar supaya tidak bosan menerapkan dan mematuhi prokes.

Panglima meminta kepada petugas TNI, Polri, Pecalang dan dinas terkait lainnya untuk selalu mengingatkan tiga permasalahan. Pertama, pengunjung yang datang dicek, apakah pakai masker atau tidak. Kedua, meski sudah pakai masker harus dicek apakah pemakaian masker benar atau salah. Ketiga, apakah masker yang digunakan standar atau tidak.

“Saya mengingatkan kepada petugas di lapangan untuk terus mengingatkan masyarakat pengunjung pasar dengan menggunakan pengeras suara keliling pasar. Jangan bosan untuk terus mengingatkan prokes. Siapkan masker di depan pasar,” ujar Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, menekankan.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan dalam mengelola dan menekan angka Covid-19 langkah yang paling baik adalah mencegah laju pertumbuhan penyebarannya. Kapolri berharap agar masyarakat tidak takut dan menghindar untuk rapid tes.

“Tujuannya agar kita tahu mana di antara keluarga atau saudara kita yang terpapar. Karena ada yang terpapar tapi tidak ada tanda-tanda,” tutur mantan Kabareskrim Polri itu, mengingatkan. (LE-DW)

Pos terkait