BulelengHeadlines

Motif Pembunuhan Gadis Pegawai Bank Masih Didalami Polisi

Denpasar, LenteraEsai.id – Pihak Polresta Denpasar kini tengah mendalami motif tersangka Putu Aldi Handika Putra (14) melakukan aksi pembunuhan terhadap korban Ni Putu Widiastuti ( 24), pegawai Bank Mandiri Cabang Kuta, Kabupaten Badung, Bali. 

Sejauh ini, berdasarkan petunjuk awal, polisi menemukan bahwa kasus pembunuhan terhadap gadis tersebut dibarengi dengan hilangnya sepeda motor dan dompet yang bersisi uang tunai milik korban.

Sehubungan dengan itu, ada dugaan awal bahwa motifnya adalah aksi perampokan. Namun demikian, dilihat dari cukup banyaknya luka tusuk dan sayatan bekas senjata tajam pada tubuh korban, timbul kecurigaan adanya motif lain di balik aksi perampokan tersebut.

Luka bekas tusukan dan sayatan senjata tajam yang jumlahnya sebanyak 32 lubang di hampir sekujur tubuh korban Widiastuti, mengundang kesan kalau si pelaku menyimpan dendam kesumat. Jadi tidak hanya sekedar bermotif pencurian atau perampokan semata, ujar petugas.

Namun demikian, dugaan tersebut kini masih harus dilakukan penyelidikan, pendalaman dan pembuktian oleh pihak Polresta Denpasar yang tengah melakukan pengusutan secara lebih seksama.

Petugas pada Satreskrim Polresta Denpasar, Kamis (31/12) siang mengatakan, tersangka pelaku Putu Aldi Handika Putra (14) yang adalah warga asal Banyuning, Kabupaten Buleleng, berhasil disergap dan ditangkap tim gabungan di Pelabuhan Penimbangan Singaraja, Buleleng pada Kamis (31/12) dini hari pukul 00.40 Wita. 

Tim gabungan yang terlibat dalam penangkapan terhadap ABG kelahiran Banyuning 30 Juni 2006 yang kesehariannya bekerja sebagai buruh bangunan itu, terdiri atas unsur Ditreskrimum Polda Bali, Satreskrim Polresta Denpasar bersama Tim Opsnal Polsek Denpasar Barat dengan dibackup oleh Satreskrim Polres Buleleng.

Tersangka berhasil ditangkap setelah beberapa hari dilakukan penyelidikan. Belakangan polisi memperoleh informasi bahwa terduga pelaku berasal dari daerah Buleleng. Berdasarkan informasi tersebut Satreskrim Polres Buleleng membackup Polda Bali, Polresta Denpasar, dan Polsek Denbar untuk melakukan pengungkapan terhadap kasus pembunuhan sadis terhadap gadis berusia 24 tahun tersebut.

Sebelum berhasil disergap di Pelabuhan Penimbangan Singaraja, Buleleng, Kamis dini hari polisi mengendus alamat rumah kelahiran tersangka, yakni di Jalan Gempol Gang Saraswati Lingkungan Banyuning Timur, sehingga pemburuan dikonsentrasikan ke wilayah Buleleng.

Setelah berhasil diringkus kemudian dilakukan interview oleh petugas, tersangka Aldi Handika mengakui perbuatannya telah melakukan perampasan dan penusukan terhadap korban Widiastuti hingga tewas.

Tidak hanya itu, tersangka yang selama ini tinggal di Jalan Kertanegara Gang Widura, Dusun Poh Gading, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara itu juga terungkap pernah melakukan pencurian uang ‘sesari’ di salah satu pura di Singaraja, Buleleng.

“Tersangka diamankan bersama barang bukti berupa sepeda motor dan barang lain milik korban. Tersangka bersama barang bukti sudah kami amankan di Mapolresta Denpasar untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap petugas pasa Satreskrim Polresta Denpasar.

Dikonfirmasi terpisah, Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi membenarkan bahwa pelaku pembunuhan terhadap pegawai Bank Mandiri Cabang Kuta itu sudah berhasil ditangkap. Hanya saja, Iptu Sukadi belum bisa membeberkan motif terjadinya kasus tersebut.

“Tadi informasi terakhir yang kami dapatkan pada saat apel dipimpin Pak Kapolresta, diketahui bahwa pelaku sudah ditangkap. Cuman detailnya saya belum dapatkan datanya. Di mana ditangkap, motifnya apa, dan lain-lainnya belum bisa saya jelaskan,” ujar Iptu Ketut Sukadi, menjelaskan.

Peristiwa pembunuhan sadis itu terjadi pada Senin (28/12) pukul 04.00 Wita. Berdasarkan hasil visum kedokteran forensik RSUP Sanglah Denpasar, disimpulkan bahwa korban tewas 8 jam sebelum dilakukan visum pada Senin siang pukul 12.00 Wita.

Sementara Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan dikonfirmasi pada Rabu (30/12) lalu mengungkapkan, berdasarkan hasil visum kedokteran forensik ditemukan puluhan luka tusuk pada tubuh korban.

“Dari luka yang jumlahnya puluhan, 5 tusukan di antaranya tergolong mematikan, yakni luka pada area dada korban. Selain itu, disimpulkan juga bahwa korban tewas akibat cukup banyaknya luka-luka di beberapa tubuh yang lain,” ujarnya, menjelaskan. (LE-DW)

Lenteraesai.id