Merauke, LenteraEsai.id – Setelah sehari semalam terapung-apung diombang-ambing gelombang besar, akhirnya empat nelayan Kapal Motor Semang yang sempat dilaporkan hilang, ditemukan tim SAR gabungan di perairan laut Merauke, Papua, Senin (11/5) dini hari.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke Raymond Konstantin SE mengatakan, keempat nelayan yang bertahan ‘menclok’ atas kapalnya yang terbalik setelah dihantam gelombang besar, pertama kali ditemukan oleh salah satu kapal nelayan yang ikut melakukan pencarian.
Begitu ketemu pada hari yang masih gelap menjelang subuh, kapal nelayan tersebut selain langsung menyelamatkan keempat korban. Tidak hanya itu, mereka juga ingin menyelamatkan Kapal Motor Semang dengan cara mendereknya.
Menggunakan seutas tali, KM Semang berusaha ditarik ke arah daratan atau pelabuhan, namun malah hal ini yang membuat kedua kapal itu malah semakin menjauh dari daratan akibat terbawa arus cukup kuat.
“Mereka masih berupaya menyelamatkan KM Semang yang terbalik dan berharap kapal dapat dibawa ke tepi pantai, namun malah sebaliknya menjadi semakin jauh dari pantai, ” ujarnya.
Setelah berkoordinasi dengan tim SAR gabungan, maka mereka putuskan untuk meninggalkan kapal yang terbalik, karna yang menjadi prioritas pertolongan adalah jiwa manusianya.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke menyatakan bahwa pihaknya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur potensi SAR yang terlibat dalam operasi SAR kali ini, antara lain dari Satpolairud, Lantamal XI, keluarga korban serta internal Basarnas sendiri.
“Tidak bosan-bosannya kami mengingatkan kepada seluruh nelayan agar lebih berhati-hati lagi, selalu memperhatikan kelengkapan peralatan keselamatan yang diperlukan saat berlayar,” katanya.
Seperti telah diberitakan, hari Minggu (10/5) lalu terjadi kecelakaan yakni terbaliknya KM Semang di kawasan muara Sungai Maro yang mengakibatkan empat orang ABK-nya menjadi korban.
Informasi kemudian dilaporkan oleh Lukman, personel Satpolairud Polres Merauke kepada petugas jaga Basarnas Merauke yang langsung terjun melakukan upaya pencarian.
“Keempat korban sudah kami diserahterimakan kepada pihak keluarga dan operasi SAR dinyatakan ditutup,” kata Raymond. (LE-MR)







