Bupati Artha Salurkan Bantuan Jaring Pengaman Sosial Senilai Rp 7,339 Miliar

Jembrana, LenteraEsai.id – Pandemi Covid-19 sangat berdampak kepada upaya untuk memenuhi kebutuhan hidup dasar masyarakat. Guna meringankan beban warga di tengah pandemi yang masih berlangsung, Pemkab Jembrana menyalurkan bantuan jaring pengaman sosial.

Total bantuan (tahap I dan II) dialokasikan dalam bentuk sembako bersumber dari penyisiran APBD Jembrana sebesar Rp 7,339 miliar.

Bacaan Lainnya

Bantuan dicairkan secara bertahap kepada masyarakat yang sudah terdata. Untuk tahap pertama dicairkan sebesar Rp4,339 miliar bagi 7.180 KK . Nilainya Rp 200.000 per KK per bulan selama tiga bulan (Mei-Juli). Sedangkan untuk tahap kedua nanti dengan penerima manfaat yang berbeda akan disalurkan kepada 5.000 KK senilai Rp 3 miliar.

Untuk penyaluran bantuan tahap pertama, di bulan Mei diserahkan secara simbolis untuk 1.423 KKyang ada di Kecamatan Jembrana oleh Bupati I Putu Artha, dipusatkan di areal Kantor Camat Jembrana, Senin (11/5).

Dalam laporannya, Kepala Dinas Sosial Jembrana dr I Made Dwipayana mengatakan, bantuan untuk jaring pengaman sosial dari penyisihan anggaran daerah untuk Kecamatan Jembrana sebesar Rp 284.600. 000 untuk 1.423 KK.

Dirinci bantuan per kecamatan untuk Kecamatan Negara 1.731 KK sebesar Rp 346.200.000, Melaya sebanyak 1.382 KK senilai Rp. 276.400.000, Mendoyo 1.908 KK sebesar Rp 381.600.000, sementara untuk Kecamatan Pekutatan penerima manfaat sebanyak 736 KK dengan nilai sebesar Rp 147.200.00.

“Bantuan sembako berasal dari dana alokasi jaring pengaman sosial di Kabupaten Jembrana. Total penerima manfaat untuk tahap pertama di Jembrana sebanyak 7.180 KK. Setiap KK menerima sebesar Rp 200.000 setiap bulan selama 3 bulan. Hari ini kita cairkan bantuan untuk bulan Mei,” ujarnya.

Ditambahkan Dwipayana, bantuan itu disalurkan tiap bulan dalam bentuk sembako dengan rincian beras 10 kg, gula pasir 3 kg, minyak goreng 3 liter.

Sementara Bupati I Putu Artha yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana mengatakan, bantuan yang diserahkan itu dilakukan secara bertahap dan berjenjang. “Bantuan itu kita sentralkan di kantor camat masing-masing. Oleh kecamatan akan diteruskan ke desa. Nanti perangkat desa, Babinkabtibmas dan Babinsa akan langsung menyalurkannya ke masing-masing KK,” ujarnya.

Kepada para perbekel, Bupati Artha yang didampingi Dandim 1617 Letkol Kav Djefri Marsono Hanok, Kasi Datun Kejari Negara Arief Rama Doni dan Kabag Ops Polres Jembrana Kompol I Wayan Sinaryasa, meminta para penerima bantuan untuk selalu dimonitor, serta data-data penerima harus dipampang di balai desa.

“Saya ingatkan kepada para perbekel dan lurah agar bantuan yang didistribusikan ke masyarakat untuk dikawal dan dimonitor sehingga benar-benar tidak salah sasaran. Selain itu juga desa-desa yang memampang data-data penerima bantuan di balai desa. Hal ini untuk memudahkan dalam melakukan pengecekan,” ujarnya. (LE-JB1)

Pos terkait