Jakarta, LenteraEsai.id – Salah satu keberhasilan penanganan Covid-19 ditentukan oleh sikap keterbukaan dari para anggota Gugus Tugas yang berada di lapangan. Kenapa ?. Karena inti pokok yang perlu ditakuti dari virus tersebut adalah penularannnya.
Bagaimana mungkin penularan bisa dihentikan kalau angka dan titik warga masyarakat pengidap virus yang kini menjadi perhatian nasional bahkan dunia tersebut, tidak dibuka ke ranah publik untuk dapat diwaspadai kemungkinan penularannya.
Tjandra Setiadji selaku Dewan Pengawas IMO-Indonesia mengatakan hal itu di Jakarta, Sabtu (18/4), setelah mendapat laporan dari pengurus IMO-Indonesia di daerah Rote Ndao NTT yang menyebutkan adanya sikap kurang terbuka dari kalangan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di daerah tersebut.
Andy, demikian sapaan akrab Tjandra Setiadji, mengungkapkan, jurnalis di Rote Ndao NTT sempat bertanya ke jubir Gugus Tugas pada Senin (13/4) lalu terkait informasi hasil rapid test dua kerabat dekat ODP yang positif, namun dikatakan belum ada perkembangan.
Lebih lanjut Andy menjelaskan, saat ini langkah antisipasi sangat diperlukan, Gugus Tugas jangan hanya fokus pada penanganan terhadap pasien yang dianggap positif.
“Inti penyakit ini adalah menular, maka hal yang pokok dalam penanganan adalah stop penularannya,” kata pria yang juga berprofesi sebagai advokat itu.
Tokoh masyarakat kelahiran Bagan Siapi-Api itu menyayangkan sikap kurang terbuka dari aparat Gugus Tugas Covid-19 di Rote Ndao NTT menyangkut jumlah dan lokasi pasien yang diketahui positif Covid-19 di daerah tersebut.
“Petugas terkesan menutup-nutupi perkembangan data kasus Corona di kabupaten tersebut. Ini berbahaya, karena menutup-nutupi data bukan solusi bahkan akan menjadi penyebab tertularnya ke pihak lain yang tidak mengetahui wilayahnya telah menjadi ‘sarang’ Covid-19,” ujar Andy, geram.
Advokat senior itu menyatakan bahwa para pengidap Virus Corona bukanlah orang yang hina, sehingga keberadaan mereka tidak perlu ditutup-tutupi bahkan terlalu ditakuti
“Jangan ada paradigma seakan orang kena virus hina, sehingga takut untuk diketahui publik dengan lebih seksama. Salah itu,” ujar Andy. menandaskan. (LE-DP)







