Lebih Dari 4,5 Ribu Warga Mengungsi Akibat Banjir di Bireuen

Tim SAR gabungan evakuasi warga ke lokasi pengungsian (Foto: Dok Humas BNPB)
Bireuen, LenteraEsai.id – Sebanyak 9.386 warga atau 4.364 kepala keluarga terdampak hingga sebagian harus pergi mengungsi akibat banjir yang merendam delapan kecamatan di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.
Peristiwa banjir terjadi pascahujan mengguyur wilayah Kabupaten Bireuen pada Sabtu dini hari, 21 Januari 2023 sekitar pukul 04.30 waktu setempat.
Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB melaporkan, hingga Sabtu (21/1) menjelang tengah malam pukul 23.30 WIB, tercatat sebanyak 4.364 kepala keluarga (KK) atau 9.386 warga yang tinggal di delapan kecamatan terdampak banjir. Dari jumlah itu, 1.443 KK atau 4.665 warga di antaranya harus pergi mengungsi ke tempat lebih aman.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari PhD menyebutkan, kedelapan kecamatan tersebut ialah Peudada, Jeunib, Sp Mamplam, Peulimbang, Peusangan Selatan, Kota Juang, Samalanga dan Kecamatan Pandrah. Banjir juga merendam 4.364 unit rumah warga dan delapan hektar sawah dengan ketinggian muka air bervariasi antara 25 hingga 100 centimeter.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen dan tim gabungan langsung melakukan penanganan dengan menuju lokasi terdampak untuk melakukan kaji cepat, evakuasi warga dan memberikan bantuan logistik, ucapnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi terjadinya hujan dengan itensitas sedang hingga tinggi disertai angin kencang pada hari Minggu (22/1) dan Senin (23/1) untuk sebagian wilayah Provinsi Aceh.
Mengingat adanya potensi hujan eksktrem karena wilayah Indonesia masih dalam periode puncak musim penghujan, BNPB mengimbau warga masyarakat dan pemerintah daerah khususnya yang berada di wilayah rawan bencana banjir untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi banjir.
Cara yang dapat dilakukan dengan rutin membersihkan saluran air agar tidak tersumbat oleh sampah, menyiapkan jalur evakuasi dan tim siaga bencana tingkat desa atau kampung, selain itu agar selalu memperoleh informasi cuaca secara aktual dari lembaga yang berwenang.
Jika terjadi hujan menerus selama lebih dari satu jam dan jarak pandang terbatas kurang dari 100 meter, maka masyarakat sekitar daerah aliran sungai dan lereng tebing agar evakuasi mandiri untuk mengurangi risiko terdampak banjir atau tanah longsor, ujar Abdul Muhari, mengingatkan.  (LE-BR)

Pos terkait