Denpasar, LenteraEsai.id – Pemerintah Provinsi Bali melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyampaikan perkembangan penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) di Provinsi Bali hingga Rabu, 20 Mei 2020.
Disebutkan, jumlah kumulatif pasien positif Covid-19 kini menjadi 371 orang setelah mendapat tambahan 8 pasien baru WNI, yang terdiri atas 1 orang pekerja migran Indonesua (PMI) dan 7 orang tertular virus melalui transmisi lokal.
Untuk pasien yang telah sembuh sebanyak 276 orang setelah mendapat penambahan 9 orang WNI, terdiri atas 4 orang PMI dan 5 orang non-PMI. Sedangkan pasien yang meninggal dunia tetap 4 orang.
Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra di Denpasar, Rabu (20/5) petang mengatakan, pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) tercatat 91 orang yang berada di 7 rumah sakit dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT RS Nyitdah dan BPK Pering.
Untuk jumlah angka positif Covid-19 di Bali sebagian besar masih didominasi oleh imported case, sementara transmisi lokal sebanyak 148 orang. Hal ini berarti masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya-upaya pencegahan Covid-19, ucapnya.
Mengingat transmisi lokal Covid-19 memperlihatkan kecenderungan meningkat dalam beberapa hari terakhir, Dewa Indra meminta seluruh warga masyarakat, para tokoh adat, agama, pemuda, politik dan semua elemen masyarakat untuk bersatu padu menguatkan disiplin dalam penerapan protokol pencegahan Covid-19, yakni selalu menggunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menghindari keramaian, melaksanakan etika batuk/bersin, melakukan penyemprotan disinfektan pada tempat yang tepat, menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.
Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Dewa Indra juga meminta semua elemen masyarakat dapat membantu dan bekerja sama dengan petugas survailans Dinas Kesehatan dalam melaksanakan tracing contact untuk menemukan warga yang pernah kontak dekat dengan orang yang positif Covid-19.
“Dengan demikian, kita senangtiasa bisa menangani lebih awal orang-orang yang berisiko terinfeksi Covid-19 guna mencegah penyebaran berikutnya kepada orang lain di sekitarnya,” ujar Dewa Indra, menjelaskan. (LE-DP1)







