Lari Santai Susuri Subak di Jatiluwih Diminati Para Wisman

Lari santai susuri Subak di Jatiluwih diminati para wisman
Asita Bali melayani peserta ajang lari Bali Tourism Run di Jatiluwih yang mulai mengambil paket lari, Denpasar, Kamis (18/6/2026). (ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari)

Denpasar, LenteraEsai.id – Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Bali mencatat sejumlah wisatawan mancanegara (wisman) mulai bergabung dalam ajang lari santai memperingati 100 tahun pariwisata Bali di Jatiluwih.

“Ada puluhan wisman yang sudah daftar asalnya dari Rusia, Malaysia, Jepang, dan China yang saya lihat, ini belum tahu informasinya melalui siapa tapi kami Asita memang masif menginformasikan ajang Bali Tourism Run melalui jaringan-jaringan kami,” kata Ketua Panitia Bali Tourism Run 2026 I Wayan Suberata.

Bacaan Lainnya

Suberata di Denpasar, Kamis, mengatakan hingga saat ini secara total peserta yang bergabung untuk berlari menyusuri subak Jatiluwih sejauh 5 kilometer sebanyak 1.500 orang lebih.

Angka ini diperkirakan akan terus meningkat jelang kegiatan berlangsung pada Minggu, 21 Juni 2026 nanti bersamaan dengan rangkaian Jatiluwih Festival.

Tak hanya peserta lokal dan wisman yang mulai terlihat meramaikan, wisatawan domestik turut bergabung mendaftarkan diri.

Akibat dari membludaknya pendaftar, seluruh penginapan warga di Desa Jatiluwih penuh sehingga pihak Asita Bali memberikan bantuan transportasi untuk menjemput wisatawan domestik yang tidak kebagian tempat menginap.

“Kami benar-benar kaget karena pendaftar tiba-tiba membludak khususnya hari ini, ini memberikan efek ganda bagi hotel, akomodasi, tempat makan, hingga UMKM di Kabupaten Tabanan, padahal ini termasuk singkat cuma 20-an hari pendaftaran,” ujar Suberata.

Antusias peserta ajang lari di kawasan warisan budaya dunia UNESCO itu tak hanya terlihat dari membludaknya pendaftar lokal maupun wisatawan, namun juga ketika pengambilan paket lari.

Namun untuk wisman maupun wisatawan domestik pada hari pertama penukaran paket lari belum terlihat oleh panitia. Mereka diperkirakan baru tiba di Bali besok atau sehari jelang kegiatan.

“Hari ini pertama mengambil, saya pikir akan sepi, ternyata jam 10 pagi sudah banyak yang datang padahal kami mulai jam 1 siang, terus berlanjut sampai malam ini semua semangat mengambil paket larinya,” kata dia.

Dari beberapa peserta yang ia temui hari ini, diperoleh cerita bahwa mereka ingin mengikuti ajang lari ini karena membayangkan akan berlari di hamparan subak terasering dengan udara sejuk dan air bersih Tabanan pedesaan.

Apalagi tempat yang diambil merupakan destinasi terkenal yang setiap harinya dikunjungi ribuan wisatawan.

“Selain itu kami siapkan berbagai hadiah salah satunya sepeda motor, ada berbagai aktivitas disana, festival juga memperingati 100 tahun pariwisata Bali, jadi ternyata itu yang membuat orang-orang mengikuti Bali Tourism Run,” kata Suberata. (LE)

Source: ANTARA

Pos terkait