Inovasi, Yayasan Bali Kumara Gelar Pelatihan Membuat Sabun dari Bahan Sampah Organik

Karangasem, LenteraEsai.id – Yayasan Bali Kumara menggelar pelatihan membuat sabun Eco Enzyme ramah lingkungan dari bahan daur ulang sampah organik, bertempat di ruang Paud Terpadu Cempaka Kids, Lingkungan Dukuh, Kelurahan Padangkerta, Kabupaten Karangasem pada Minggu, 11 September 2022.

Ni Wayan Suartini sebagai narasumber sekaligus pegiat Eco Enzyme Nusantara mengatakan, Eco Enzyme ini dihasilkan dari proses fermentasi sampah organik yang masih segar (belum mengalami proses pengolahan), seperti sisa buah dan sayuran.

Bacaan Lainnya

“Eco Enzyme disebut-sebut sebagai solusi multiguna seperti untuk pupuk, penolak serangga, penjernih air dan udara, dan bahan pembersih rumah tangga termasuk sabun. Selain itu, Eco Enzyme juga mengandung probiotik yang dinilai baik untuk kesehatan kulit, tidak berbahaya bagi tubuh manusia, dan juga dinilai ramah lingkungan,” ucapnya.

Sehubungan dengan itu, kata Wayan Suartini, perlu dilakukan inovasi dan kreativitas berupa membuat sabun organik Eco Enzyme dalam wujud padat dan cair yang berpeluang memiliki nilai ekonomi dan sekaligus ramah lingkungan.

Sabun organik dinilai lebih nyaman dipakai, khasiatnya diperoleh dari bahan alami, wanginya khas dan yang terpenting dapat menjaga lingkungan dari pencemaran bahan kimia, katanya.

Sementara bahan utama yang digunakan untuk membuat sabun Eco Enzyme padat dan cair, yaitu Natrium Hidroksida (NaOH), Kalium Hidroksida (KOH), Minyak Kelapa, Minyak Zaitun, Eco Enzyme Murni dan Pewangi Sabun.

Dikatakan, ke depannya sabun Eco Enzim ini diharapkan dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh setiap rumah tangga di Kabupaten Karangasem dan bahkan daerah lain di Pulau Dewata.

Di hadapan para peserta pelatihan, Wayan Suartini menjelaskan tentang cara membuat sabun ramah lingkungan itu. Pertama, perlu disiapkan Natrium Hidroksida (Na OH)/soda caustik 57 gr dengan mencampurkan cairan Eco Enzyme 86 ml. Aduk hingga larutan berubah warna menjadi bening dan diamkan hingga suhunya sehangat berada di dalam kamar.

Selanjutnya tuang minyak kelapa 250 ml dan 50 ml minyak zaitun ke dalam baskom. Kemudian larutan soda api lye yang sudah dingin dimasukkan juga ke dalam baskom dan dicampur menggunakan mixer. Setelah tercampur barulah menambahkan 30 ml Eco Enzyme murni dan 4 ml pewangi sabun ke dalam campuran tadi dan diaduk hingga konsistensinya berubah menjadi kental.

Setelah semua proses itu dilakukan, sabun siap dicetak dan diamkan hingga mengeras minimal 24 jam. Sabun yang sudah mengeras dikeluarkan dari cetakan dan siap dikemas dengan alat dan bahan yang sesuai, selanjutnya siap untuk dimanfaatkan, ujar Wayan Suartini, memaparkan. (LE-Ami)

Pos terkait