Prodi Doktor Kajian Budaya Unud Gelar Pengabdian di Pura Terate Bang, Bedugul

Prodi Doktor Kajian Budaya Unud memberikan sumbangan tong sampah di Pura Terate Bang di kawasan Kebun Raya Eka Karya Bedugul. (Foto: Dok Humas Unud)

Tabanan, LenteraEsai.id – Prodi Doktor (S3) Kajian Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di Pura Terate Bang, tepatnya di kawasan Kebun Raya Eka Karya Bedugul, pada Minggu (11/9).

Pengabdian bertema ‘Hibrid Wisata Alam dan Spiritual’ ini sesuai dengan karakteristik lokasi pengabdian, yakni Pura Terate Bang yang berada di kawasan daya tarik wisata Kebun Raya Bedugul.

Bacaan Lainnya

Acara diikuti sekitar 35 peserta terdiri dari mahasiswa, dosen, dan staf tenaga kependidikan. Acara diisi dengan persembahyangan, bersih-bersih, pemberian punia (sumbangan), dan dua tong sampah ukuran menengah.

Kegiatan pengabdian dipimpin langsung oleh Koprodi S3 Kajian Budaya Prof Dr I Nyoman Darma Putra MLitt. Para dosen yang sempat hadir sebagai pendamping adalah Prof AAN Anom Kumbara MA, Prof Dr I Nyoman Weda Kusuma MS, Dr I Wayan Tagel Eddy MS (Koprodi S2 Kajian Budaya).

Rombongan diterima oleh Jero Mangku Sudape, Bendesa Bukit Catu Wayan Gunarsa dan sekretarisnya Nyoman Wista.

Acara persembahyangan yang mengawali kegiatan diantar langsung oleh Jero Mangku Sudape. Jero Mangku menyampaikan bahwa acara piodalan di Pura Terate Bang jatuh pada setiap Sabtu, tepatnya pada Tumpek Landep yang dilaksanakan 210 hari sekali.

Bendesa Wayan Gunarsa menyampaikan bahwa Pura Terate Bang merupakan Pura Kahyangan Jagat dengan pengempon warga Desa Adat Bukit Catu, Baturiti, Kabupaten Tabanan. Warga pengempon kebanyakan berasal dari keturunan warga Karangasem yang sudah lama migrasi ke tempat ini.

“Leluhur kami kemari waktu zaman Belanda,” ujar Bendesa Wayan Gunarsa yang merupakan generasi ketiga dari leluhurnya yang migrasi. Bendesa menyampaikan terima kasih atas segala bantuan dari Prodi Doktor Kajian Budaya FIB Unud.

Usai persembahyangan, mahasiswa melakukan bersih-bersih di halaman tengah (madya mandala) pura. Di tempat itu diletakkan sumbangan dua tong sampah. Pada saat itu, sejumlah warga tampil dan langsung menggunakan tong sampah yang ada untuk membuang sampah sisa persembahyangan tanda bukti tong sampah sumbangan tersebut sangat berguna.

Usai bersih-bersih, acara dilanjutkan dengan diskusi kecil tentang topik ‘Pengelolaan Sampah di Daerah Pariwisata’ yang dibawakan oleh Anak Agung Gede Agung Dalem, mahasiswa Prodi Doktor Kajian Budaya yang sehari-hari berdinas di Pemkab Badung.

Topik kedua yakni ‘Hibrid Wisata Alam dan Spiritual’ yang dibawakan oleh Renata Lusilaora Siringo SIKom MIKom, mahasiswa S3 Kajian Budaya yang sehari-hari berdinas di Kebun Raya Bedugul sebagai staf BRIN (Badan Riset Inovasi Nasional).

Ketua panitia pengabdian, Drs Putu Gede Sridana MSi menyampaikan terima kasih kepada Jero Mangku Pura Terate Bang dan Bendesa Bukit Catu atas penerimaannya. “Kami juga memberikan apresiasi kepada dosen dan rekan-rekan mahasiswa dan pegawai yang menyukseskan acara ini,” ujar Putu Gede Sridana.

Rangkaian pengabdian dilanjutkan dengan acara perkenalan dengan mahasiswa baru angkatan 2022 di areal Kebun Raya Bedugul. (LE-TB)

Pos terkait