Geger 9 Kuburan Dibongkar, Polisi Buleleng Belum Temukan Ada Mayat yang Hilang

Polisi melakukan olah TKP kasus pembongkaran kuburan secara misterius di Desa Adat Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali (Foto: Dok Humas Polres Buleleng)

Buleleng, LenteraEsai.id – Teki-teki di balik terjadinya pembongkaran kuburan secara misterius di Desa Adat Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali bagian utara, hingga kini masih belum terungkap mengenai siapa sosok pelaku dan motifnya.

Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya kepada awak media massa di Singaraja, Sabtu (10/4/2022) mengatakan, terkait dengan kasus pembongkaran makam itu, pihak berwajib telah meminta keterangan dari tiga pengurus desa setempat, yakni Kelian Adat Desa Gerokgak, Petajuh/Wakil Kelian Adat dan Wakil Ketua Pecalang Desa Gerokgak.

Bacaan Lainnya

“Di samping itu telah pula dilakukan olah TKP lanjutan. Dan dari olah TKP, belum ada ditemukan jenazah atau mayat yang hilang dari liang kubur yang ada bekas galiannya,” ujar AKP Sumarjaya sembari mengungkapkan bahwa kasusnya kini masih terus didalami oleh petugas.

Sehubungan masih harus dilakukan pendalaman, lanjut AKP Sumarjaya, petugas belum menemukan motif atau tujuan dari pelaku melakukan penggalian kuburan.

Seperti telah diberitakan, sebanyak sembilan makam di areal setra atau kuburan Desa Adat Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali bagian utara, ditemukan dalam keadaan terbongkar dengan tulang belulang yang dibiarkan berserakan di dalam liang kubur.

Peristiwa yang sempat menghebohkan warga masyarakat di kawasan itu, hingga kini masih dalam upaya penyelidikan pihak kepolisian bekerja sama dengan aparatur desa adat setampat.

Pihak Polsek Geroggak yang terjun ke lokasi kejadian, belum dapat memastikan pelaku dan motif dari dilakukannya pembongkaran makam yang mencapai sembilan liang tersebut. Dari dugaan sementara, aksi pembongkaran itu telah dilakukan orang tak dikenal sejak beberapa hari lalu.

Dugaan tersebut dikaitkan dengan gundukan tanah bekas galian makam yang diduga belum begitu lama dilakukan, yakni berturut-turut sejak sekitar tiga hari yang lalu, ujar polisi, mengungkapkan.

Aksi pembongkaran makam tersebut pertama kali diketahui oleh Gede Sukadana (51) yang pada Kamis pagi, 7 April 2022, datang ke Setra Desa Adat Gerokgak, Kecamatan Gerokgak.

Gede Sukadana datang ke setra itu untuk membuat lubang galian baru untuk kepentingan penguburan warga sedesanya yang meninggal dunia. Namun belum sempat menggali liang lahat, ia mengaku kaget dan keheranan melihat adanya beberapa gundukan tanah bekas galian di areal Setra Desa Adat Gerokgak itu.

Merasa janggal, Gede Sukadana lalu memberitahukan temuannya kepada I Ketut Arya Negara (58), yang langsung melapor kepada Kelian Desa Adat Gerokgak, Kadek Sumantra (50).

Melihat kejadian tersebut, Kelian Desa Adat Gerokgak dengan para prajuru desa yang lain, menyusul melaporkan peristiwa itu ke Mapolsek Gerokgak, yang kemudian turun melakukan pengecekan dan penyelidikan melalui olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil olah TKP, ditemukan adanya 9 makam yang tergolong cukup lama yang telah dirusak dengan cara digali. Polisi menduga, beberapa liang lahat diperkirakan telah digali orang yang tidak bertanggung jawab pada Rabu (6/4) malam, serta ada beberapa lainnya yang sudah digali sejak 2 sampai 3 hari sebelum itu.

Kasi Humas Polres Buleleng AKP Sumarjaya yang dihubungi terpisah, membenarkan bahwa jajarannya kini tengah melakukan penyelidikan atas adanya kasus penggalian kuburan yang sempat menggegerkan warga di wilayah Desa Adat Gerokgak, Kecamatan Gerokgak.

“Kasus itu kini sedang ditangani dan dilakukan proses penyelidikan oleh petugas, sehingga belum dapat diketahui mengenai motif atau modus dari perbuatan yang tergolong ganjil tersebut,” ujar AKP Sumarjaya, menjelaskan.  (LE-BL)

Pos terkait