Karangasem, LenteraEsai.id – Sempat mengalami kenaikan harga di akhir tahun 2021 yang lalu, kini di awal tahun 2022 harga telur ayam kembali anjlok sehingga membuat peternak ayam petelur khususnya yang ada di Kabupaten Karangasem kembali gigit jari.
Salah seorang peternak ayam petelur asal Desa Pesedahan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, I Nyoman Sumadi, Jumat (28/1/2022) mengatakan bahwa pihaknya bersama dengan beberapa peternak ayam petelur lainnya sempat merasa senang karena harga di akhir tahun 2021 yang lalu sempat melejit hingga mencapai Rp48 ribu per terai.
“Tapi, kini kami harus gigit jari karena harga kembali anjlok di awal tahun 2022 dengan kisaran harga Rp27 ribu per terai,” kata Nyoman Sumadi yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Karangasem.
Menurut Nyoman Sumadi, kembali anjloknya harga telur ayam itu disebabkan karena daya beli konsumen menurun sangat drastis dan itu terjadi hampir di seluruh Indonesia.
“Saya mempunyai ternak 20 ribu ekor dengan menghasilkan telur sebanyak 15 ribu per hari dan menghabiskan pakan mencapai 2,5 ton per hari, dengan harga telur yang saat ini anjlok tentu kita menjadi sangat rugi sebagai peternak,” kata Nyoman Sumadi.
Oleh sebab itu, pihaknya sangat berharap kepada pemerintah melalui dinas terkait agar dapat melakukan kontrol supaya harga telur tetap stabil dan juga harga pakannya karena selama ini harga pakan untuk ternak ayam petelur lumayan mahal.
“Selama ini, kami membeli pakan untuk ayam petelur di tempat yang dikuasai oleh pengepul jadi harganya sedikit mahal, kalau bisa itu juga dikontrol agar harganya tetap stabil,” ucap Nyoman Sumadi. (LE-Jun)







