Denpasar, LenteraEsai.id – Timbulnya antrean dan berkumpulnya banyak warga masyarakat yang mengikuti vaksinasi di wantilan DPRD Provinsi Bali dan di Gedung Nari Graha Denpasar, menunjukkan bahwa minat masyarakat cukup tinggi dalam mengikuti vaksinasi Covid-19.
Selain itu, datangnya banyak orang untuk divaksinasi juga merupakan indikasi dari tingginya animo masyarakat dalam melindungi diri dari ancaman Virus Corona, kata Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra dalam siaran persnya di Denpasar, Kamis (15/7) siang.
Bekenaan dengan itu, Sekda Dewa Indra menyampaikan terima kasih atas kesadaran masyarakat untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 yang antara lain dimaksudkan untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona.
Sekda yang juga Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali itu menyebutkan, pelayanan vaksinasi yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Bali di kedua tempat itu sesungguhnya dimaksudkan untuk menambah atau memperbanyak layanan vaksinasi dan memperluas akses masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi.
Menurutnya, layanan vaksinasi di wantilan DPRD Provinsi Bali dan Gedung Nari Graha Denpasar sebenarnya sudah dilaksanakan sejak beberapa bulan lalu. Kehadiran masyarakat biasanya tidak terlalu ramai dan relatif tertib dengan nomor antrean.
Bahkan, lanjut dia, dalam beberapa minggu terakhir kehadiran masyarakat untuk vaksinasi di wantilan DPRD Provinsi Bali dan di Gedung Nari Graha sebenarnya sudah sangat berkurang dan bahkan relatif sepi.
“Namun semenjak diberlakukannya PPKM Darurat yang mempersyaratkan pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) harus memperlihatkan sertifikat vaksinasi, barulah terjadi lonjakan masyarakat yang mengikuti vaksinasi di tempat ini,” ujarnya.
Sesungguhnya Pemerintah Provinsi Bali tidak tinggal diam terhadap hal lonjakan tersebut. Sekda Dewa Indra mengatakan, pihaknya telah mengambil beberapa langkah untuk mencegah kerumunan akibat banyaknya warga masyarakat yang datang, yaitu dengan menambah personel tim vaksinator, memperpanjang jam operasional layanan vaksinasi, dan menerapkan kuota vaksinasi harian yang dilengkapi dengan nomor pendaftaran. Namun demikian, masih terjadi peningkatan jumlah warga masyarakat yang datang ke tempat vaksinasi sehingga terjadi kerumunan.
“Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan ini,” kata mantan Kalaksa BPBD Provinsi Bali itu, menyampaikan.
Untuk mencegah terulangnya kejadian/situasi yang kurang nyaman ini, maka atas arahan Gubernur Bali Wayan Koster, kata Dewa Indra, pihaknya mengambil langkah-langkah sebagai berikut:
“Layanan vaksinasi di wantilan DPRD Provinsi Bali dan Gedung Nari Graha kami hentikan sementara sambil kami membuat sistem layanan vaksinasi yang lebih nyaman dan sesuai dengan protokol kesehatan,” katanya.
Selain itu, birokrat asal Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng ini mengatakan telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Denpasar untuk terus membuka layanan vaksinasi di fasilitas kesehatan (Klinik, Puskesmas dan Rumah Sakit), serta mengaktifkan kembali layanan vaksinasi berbasis banjar.
“Kami mengimbau kepada masyarakat yang belum divaksin untuk datang ke fasilitas kesehatan terdekat. Kami juga mohon fasilitas kesehatan dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Sekda Dewa Indra, menekankan. (LE-DP1)







