Pura Dalem Meranggi Dikenal ‘Bares’ Bagi Pemedek yang Nunas Keturunan

Badung, LenteraEsai.id – Memang masih ada sejumlah pura maupun pelingih di beberapa daerah di Bali yang dikenal ‘bares’ kepada pemedek yang tangkil untuk nunas sesuatu, misalnya memohon untuk diberi keturunan.

Seperti di Pura Dalem Meranggi Banjar Saren, Desa Sibang Kaja, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, salah satunya. Pemangku Dalem Meranggi I Gusti Ngurah Darma didampingi Pemagku Prajepati I Gusti Ngurah Darma Putra ketika dihubungi, Rabu (14/7), membenarkan bahwa Ida Sesuhunan yang melingih atau bersentana di Pura Dalem Meranggi dikenal bares.

Bacaan Lainnya

“Jika ada krama yang telah bertahun-tahun belum memiliki keturunan, Ida biasanya akan menganugrahi anak setelah krama tangkil memohon ke Pura Dalem Meranggi,” ujar Jro Mangku Darma.

Dikatakan, memang telah ada beberapa krama yang sempat tangkil menginginkan keturunan, telah dianugrahi pula permohonannya. Tentu dalam hal ini, tetap keyakinan harus dipegang teguh akan anugrah yang akan diturunkan oleh Ida tersebut.

“Sepengetahuan saya, memang telah ada beberapa krama yang bertahun-tahun belum memiliki keturunan sempat datang maturan khusus memohon agar segera memiliki keturunan (anak), ternyata bisa terwujud,” katanya.

Krama yang datang memohon tidak hanya dari beberapa daerah di Bali, namun ada juga yang dari luar Bali, khususnya mereka yang tergabung dalam paguyuban-paguyuban spiritual yang banyak terdapat di Tanah Jawa.

“Tentu dalam prosesnya suatu keyakinan tetap menjadi yang utama. Artinya, apa yang telah diyakini dengan niat bersih dan suci, niscara setiap permohonan akan terkabulkan. Ya, harus yakin juga bahwasanya apa yang diharapkan akan mampu diwujudkan, tentu tetap dengan memohon pentunjuk Ida sane melingih melinga ring pura puniki,” ucap Jro Mangku Darma, menekankan.

Bagi krama yang berkeinginan tangkil, biasanya membawa haturan berupa Pejati. Namun jika telah sempat tangkil sebelumnya, bisa membawa canang sari saja.

“Tentu bhakti terpenting merarapan antuk kayun, tidak ada paksaan bagi krama dalam menghaturkan bahkti ke hadapan Ida sane melingih melinga ring deriki. Tentu sebelum tangkil krama harus diringi oleh Pemangku untuk menghaturkan bahkti serta krama melakukan pengelukatan terlebih dahulu di pancuran yang berada di bawah pura,” paparnya.

Adapun hari baik dalam menghaturkan bhakti, lanjut dia, krama sebaiknya datang tangkil pada rahinan-rahinan di Bali. Seperti rahinan Kajang Kliwon dan Purnama, misalnya. “Namun yang terpenting, ya itu dapat tangkil dengan tulus, serta waktu luang yang dimiliki krama untuk menghaturkan sembah bhaktinya,” ucapnya.

Menurut Jro Mangku Darma tidak ada pantangan bagi krama yang akan tangkil ke Pura Dalem Meranggi, tetapi tentu tetap dengan tujuan suci.

Selain memohon keturunan, tidak sedikit pula yang tangkil untuk memohon kesembuhan, terutama bagi krama yang mengalami kelinglungan, bahkan juga yang memiliki taksu balian.

Cukup banyak krama yang memiliki taksu balian yang datang tangkil, karena di Pura Dalem Meranggi memiliki ciri khas, atau berbeda dari pura-pura lain di Bali. Hal tersebut ditunjukkan dari adanya Geguat Sungsang serta Merangi Sengi, yang merupakan genah pemedek ngelungsur tamba atau terkait pengobatan bagi seorang balian, kata Jro Mangku Darma, menjelaskan.  (LE-AK)

Pos terkait