Denpasar, LenteraEsai.id – Sebanyak 290 karyawan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Region 17 Denpasar mengikuti sosialisasi dan simulasi tanggap darurat kebakaran untuk meningkatkan kesiapan menghadapi risiko bencana di lingkungan kerja. Kegiatan yang berlangsung di Aula BritAma BRI Region 17 Denpasar ini juga menjadi bagian dari penerapan Business Continuity Management (BCM) atau Manajemen Kelangsungan Usaha (MKU).
Peserta terdiri atas karyawan Regional Office, perwakilan Regional Audit Office, serta Branch Office Renon. Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat pemahaman karyawan mengenai pencegahan kebakaran, penanganan awal, prosedur evakuasi, dan upaya menjaga keberlangsungan operasional perusahaan saat terjadi keadaan darurat.
Dalam kegiatan ini, perwakilan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar memberikan materi mengenai pencegahan kebakaran, penggunaan alat pemadam, jalur evakuasi, serta penentuan titik kumpul. Karyawan juga mengikuti praktik pemadaman api untuk melatih kemampuan mengambil tindakan secara cepat dan tepat.
Regional CEO BRI Region 17 Denpasar, Hery Noercahya, mengatakan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat perlu dibangun melalui pemahaman dan latihan secara berkala.
Menurutnya, karyawan tidak cukup hanya memahami prosedur keselamatan secara teori, tetapi juga harus mampu menerapkannya ketika menghadapi situasi darurat.
“Kami ingin seluruh insan BRI memiliki kesadaran dan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat, serta mampu mengambil tindakan yang cepat, tepat, aman, dan tertib,” ujar Hery.
Ia menambahkan, pemahaman mengenai pencegahan kebakaran dan prosedur evakuasi menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman. Kesiapan tersebut juga diperlukan untuk meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian materiil.
Melalui sosialisasi dan simulasi ini, BRI Region 17 Denpasar berharap budaya keselamatan semakin kuat di lingkungan kerja. Penerapan BCM/MKU juga terus diperkuat untuk mendukung perlindungan karyawan sekaligus menjaga keberlangsungan operasional perusahaan ketika menghadapi kondisi darurat. (LE-ViV)







