Denpasar, LenteraEsa.id – Sejak Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), setiap aparatur desa/kelurahan di seluruh Kota Denpasar rutin melaksanakan patroli di masing-masing wilayahnya.
Seperti halnya yang dilakukan Desa Pemecutan Kelod pada Kamis (4/2) malam, ditemukan 2 orang pria yang sedang mabuk-mabukan meminum minuman beralkohol di sebelah lampu traffict light di wilayah desa tersebut.
Perbekel Desa Pemecutan Kelod I Wayan Tantra mengatakan, sejak diberlakukan PPKM di Kota Denpasar, pihaknya rutin melaksanakan patroli wilayah setiap malam. Kali ini dalam patroli ditemukan 2 orang yang sedang minum-minum di sebelah traffict light di pertigaan jalan Gunung Soputan – Imam Bonjol.
Selain itu, kata dia, juga ditemukan beberapa sepeda motor yang salah satunya tanpa surat-surat. “Kami temukan 2 orang sedang minum-minum dan membawa motor tanpa surat. Bahkan salah seorang dari mereka juga tidak mempunyai identitas,” katanya.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kata Tantra, kedua orang tersebut langsung diserahkan kepada pihak berwajib, yakni ke Kantor Polsek Denpasar Barat.
Tantra mengatakan, patroli ini dilakukan untuk memantau masyarakat agar tidak melanggar protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Selain itu kegiatan ini juga untuk memastikan agar pelaku usaha mentaati jam operasinal yang telah ditetapkan hingga pukul 20.00 Wita.
“Masyarakat atau pelaku usaha harus mentaati peraturan yang telah ditetapkan pemerintah untuk menekan penularan Covid 19, mengingat saat ini yang terjangkit virus ini semakin meningkat,” katanya.
Menurutnya, dalam melakukan patroli pihaknya melibatkan Linmas, Pecalang dan perangkat desa lainnya. Petugas yang diterjunkan selalu mengimbau kepada masyarakat dan pelaku usaha untuk mentaati protokol kesehatan dengan 3 M, yaitu menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tanggan dengan air yang mengalir dan sabun.
Melalui langkah tersebut diharapkan dapat menekan penularan Covid-19, dan pada gilirannya perekonomian masyarakat bisa kembali normal, ujar Tantra, menjelaskan. (LE-DP)







